Berita

Smart Hunter Ujicoba dalam Latihan AYU 2019

Dibaca: 115 Oleh 19 Jul 2019Juli 22nd, 2019Tidak ada komentar
Smart Hunter Di Ujicobakan Dalam Latihan Ayu 2019
#TNIAU 

TNI AU.  Angkasa Yudha (AYU) tahun 2019 ada yang berbeda dengan pelaksaaan tahun tahun sebelumnya, dalam AYU 2019 di gelar selain kompleksitas tempat pelaksanaan, juga diatur sedemikian rupa alat-alat terbaru yang baru saja diuji fungsikan. Berbagai macam alat perang elektonika seperti Jammer GPS, Anti drone, Mobil DF (Direction Finder), Communication jammer Mobile. Serta Smart Hunter.

Smart hunter merupakan alat peralatan TNI yang mengarah kepada fokus pada kelengkapan rudal anti serangan udara (SAM Surface to Air Missile) dengan basis MANPADS (Man Portable Air Defence Systems). Ini bisa dilihat dari hadirnya sista Mistral, Grom, dan QW-3. Dengan basis MANPADS, rudal dapat dioperasikan secara mandiri oleh satu atau dua orang awak, atau dalam beberapa platform dapat diintegrasikan dengan pola penembakkan otomatis dalam suatu sistem peluncur

SAM SHORAD seperti Mistral, Grom, dan QW-3 rata-rata jarak tembak maksimumnya mencapai 5.000 – 6.000 meter. Dengan kecepatan supersonic, itu artinya target yang disasar “hanya” efektif menguber helikopter dan jet tempur yang terbang rendah dengan kecepatan tinggi. Sementara dalam konteks menghadapi jet tempur yang terbang tinggi diatas 8.000–10.000 meter alat ini tidak begitu efektif.

Baca juga:  SOSIALISASI BANK BRI DI WINGDIKTEKKAL

Smart Hunter yang buatan Cina merupakan sistem radar yang digunakan untuk memandu awak rudal QW-3 dalam mengetahui arah datangnya target lawan. Maklum arah datangnya pesawat lawan kadang sulit ditemukan secara visual. Dengan demikian, awak rudal dapat mengambil inisiatif pertama untuk melakukan tembakan untuk melumpuhkan pesawat penyusup. Smart Hunter dipasang dalam platform jip 4×4, untuk pesanan Paskhas, digunakan jenis Nissan Frontier 2000 cc dengan warna cat hijau. Dengan jaringan wireless, satu unit Smart Hunter mampu mengendalikan 12 penembak QW-3. Jalur komunikasi antara pusat kendali dan juru tembak mengandalkan gelombang WiFi (Wireless Fidelity).

Dalam keterangannya Kasau mengatakan “Saya bangga dengan semangat yang Saudara tunjukkan selama Latihan Angkasa Yudha 2019, Latihan Angkasa Yudha 2019 penuh dengan kompleksitas, namun saya berharap kita mampu melaksanakan latihan ini dengan baik. Tugas kita adalah Latihan dan operasi semuanya membutuhkan biaya yang besar, namun yakinlah kita akan memenuhi kekurangan kekurangan kita.” Jelas Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., didampingi oleh seluruh pejabat TNI AU setelah meninjau latihan kasau yang dilanjutkan makan bersama seluruh prajurit yang mengikuti Angkasa Yudha 2019.

Baca juga:  520 Siswa SMPN 1 Purbalingga Mengikuti Kegiatan di Lanud J.B. Soedirman

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel