Berita

SMP 4 SUBANG MENGENAL KEDIRGANTARAAN DI LANUD SURYADARMA

Dibaca: 40 Oleh 18 Okt 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Sekitar 320 siswa kelas 9 SMPN 4 Subang, Jawa Barat mengadakan study tour ke Lanud Suryadarma, Kalijati, Senin, (18/10) untuk melihat dari dekat karakteristik Pesawat Helikopter di Skadron Udara 7 juga berkunjung ke museum pesawat “Amerta Dirgantara Mandala” dan Museum Rumah Sejrah Kalijati. Kegiatan study tour tersebut merupakan program akhir tahun SMPN 4 Subang bagi siswa kelas 9 menjelang akhir tahun ajaran, beberapa bulan mendatang.

Menurut Hj. Yati Nurhayati, S.Pd., ketua rombongan yang juga guru Ilmu Pengetahun Sosial SMP 4 Subang, kunjungan dilaksanakan untuk mendorong para siswa agar mengetahui dari dekat karakteristik beberapa pesawat TNI AU di Lanud Suryadarma baik yang masih operasional maupun yang ada di museum serta menyaksikan benda-benda koleksi yang ada di Museum Rumah Sejarah Kalijati, tempat Penjajahan Belanda dan Jepang mengadakan perundingan tahun 1942. “Untuk memberikan dampak positif bagi pengetahuan para siswa, tiap-tiap kelas dibentuk kelompok kecil dan diberikan lembar pertanyaan mengenai obyek kunjungan, sehingga mereka semua aktif untuk mencari jawaban selama berada di Lanud Suryadarma’, ujar ketua rombongan.

Baca juga:  Upacara Awal Bulan Februari Di Lanud Pattimura

Rombongan datang sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan 22 kendaraan Angkutan Kota Subang dan dengan pengawalan personel Satuan Polisi Militer Lanud Suryadarma, mereka menuju ke kantor Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) Lanud Suryadarma diterima Kapten Tek Jatmiko. Selanjutnya rombongan dibagi menjadi dua rombongan besar, rombongan pertama menuju ke Museum Rumah Sejarah Kalijati dan rombongan kedua ke Skadron Udara 7. Setelah tiba di Museum Rumah Sejarah Kalijati rombongan pertama diterima PNS Andam Fitri sebagai pemandu museum untuk menjelaskan secara kronologis kedatangan Tentara Jepang ke Kalijati pada 1 Maret 1942, hingga diadakannya perundingan di salah satu rumah dinas perwira Belanda tanggal 8 Maret 1942 antara pejabat tinggi penjajahan Belanda dan Tentara Jepang yang kini menjadi museum bernama Museum Rumah Sejarah Kalijati.

Rombongan kedua menuju ke Skadron Udara 7 yang di dalamnya terdapat dua jenis helikopter yaitu Bell 47 G Solooy untuk mendidik calon penerbang helikopter militer dan EC 120 Colibri, merupakan helikopter untuk mendukung satuan-satuan TNI AU lainnya dalam melaksanatan tugas. Kedua rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan di lingkungan Lanud Suryadarma untuk menuju Hanggar “C” yang diterima Kepala Museum Mayor Adm Sodikin guna melihat dari dekat beberapa pesawat Glider dan Gelatik untuk kegiatan olah raga terbang layang juga beberapa pesawat lama koleksi Museum Amerta Dirgantara Mandala serta sebuah ruangan yang dinamakan Sejarah Sekolah Penerbang di Indonesia.

Baca juga:  Kasau : Anggota Paskibraka Nasional Harus Selalu Membina Diri

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel