TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN IVA TEST DI KOHANUDNAS  

By 20 Nov 2017Berita
2017-11-20-pen-kohanudnas-ft1

TNI AU. 2017-11-20-pen-kohanudnas-ft4-_2_Dengan tajuk “Indonesia Jaya 2017” PIA Ardhya Garini menggelar serangkaian acara di seluruh satuan jajaran TNI AU guna memperingati Hari Ualng Tahun (HUT) ke-61 pada tanggal 25 Nopember mendatang. Pada Senin (20/11) Markas Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), Jakarta juga menyelenggarakan dua acara Indonesia Jaya 2017 yaitu ceramah bahaya narkoba di Aula Leo Wattimena dan IVA (Inveksi Visual dengan Asam Asetat) tes bagi Ibu-ibu IKKT dan Wara di Poliklinik Kohanudnas. Ceramah dihadiri Kaskohanudnas Marsma TNI Tamsil Gustari Malik, Pangkosekhanudnas I Marsma TNI Kustono S.Sos., para pejabat dan anggota Kohanudnas serta Kosekhanudnas I.

Ceramah Narkoba dibawakan oleh dr Iman Firmansyah, Sp.Kj., dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang didahului dengan sambutan Pangkohanudnas Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., yang dibacakan Kas Kohanudnas Marsma TNI Tamsil Gustari Malik. Panglima Kohanudnas menyampaikan, “Melalui ceramah bahaya narkoba, diharapkan personel TNI AU umumnya dan Kohanudnas pada khususnya terbuka wawasannya tentang buruknya narkoba bagi kehidupan. Selain haram dari sudut agama, terjeratnya seseorang ke dalam narkoba berarti pintu awal masuknya seseorang dalam derita dan kesengsaraan berkepanjangan yang tiada terkira.  Sehingga perlu tindakan pencegahan bagi personel TNI dan keluarganya seperti diadakannya ceramah bahaya narkoba,” jelasnya.

Sedangkan dr Iman Firmansyah, Sp.Kj., Kabid Rehabilitasi BNN dalam ceramahnya menyampaikan bahayanya kecanduan narkoba, macam-macam narkoba, kriteria pengguna narkoba, ciri-ciri, efek dan lainnya.  Ditekankan bahwa Indonesia telah darurat narkoba, sehingga ancaman narkoba akan selalu mengintai seluruh lapisan masyarakat di berbagai penjuru tanah air.  Narkoba memiliki sifat candu/adiksi bagi pemakainya, sehingga akan selalu menuntut pemenuhan apabila seseorang telah tergelincir ke dalamnya. Terdapat sekitar 66 jenis narkoba yang berkembang di Indonesia dan terdapat sekitar 400 jenis lebih yang ada di dunia.

Ditambahkan  manusia yang telah menggunakan narkoba dapat sembuh namun tidak dapat pulih seperti sedia kala. Di samping itu, dari segi sosial tantangan hidup mantan pecandu narkoba di masyarakat juga besar. Oleh karena itu, BNN menerapkan prinsip pemulihan pecandu narkoba adalah seumur hidup. Tujuannya agar pecandu senantiasa terpantau kondisinya dan tidak terjatuh lagi ke dalam narkoba.  Usai ceramah diadakan tanya jawab dan pemberian cinderamata.  Bagi Ibu-ibu IKKT Kohanudnas dan Kosekhanudnas I mengikuti tes IVA di Poliklinik Kohanudnas.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DAN IVA TEST DI KOHANUDNAS