Berita

Sosialisasi Dampak Asap pada Kesehatan di Lanud Sjamsudin Noor

Oleh 12 Sep 2019 September 13th, 2019 Tidak ada komentar
Sosialisasi Dampak Asap Pada Kesehatan di Lanud Sjamsudin Noor
#TNIAU 

TNI AU.  Salah satu bencana yang rutin mengunjungi sebagian wilayah Negara kita adalah kabut asap. Kabut asap sendiri menandakan bahwa tingkat polusi udara sudah tidak biasa. Banyak hal yang bisa memicu kemunculan kabut asap. Di kota-kota besar, sumber utama pembentuk kabut asap adalah asap kendaraan bermotor dan industri. Sementara, sejak beberapa hari terakhir ini bencana kabut asap yang menimpa wilayah provinsi Kalimantan Selatan, khususnya wilayah kota Banjarmasin dan Banjarbaru mulai diserang kabut asap yang terlihat di waktu subuh dan pagi hari, umumnya disebabkan oleh pembakaran lahan kejadian ini muncul pada saat musim kemarau tiba seperti pada saat sekarang ini.

Hal ini mengundang reaksi dari Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Riadi Widyoko untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya asap dan terganggunya kesehatan bagi seluruh warga Lanud SAM. Sesuai perintah Danlanud SAM, sosialisasi tersebut disampaikan oleh PS. Kaunit TB Dots Watum Rumkit Lanud SAM Letda Kes dr. Fauzie Maulana dihadapan seluruh personil Lanud SAM usai melaksanakan apel pagi di halaman Masjid Nurul Iman Lanud SAM. Rabu, (11/9).

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa ada banyak efek buruk akibat kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan, kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terlibat dalam proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Sementara itu, partikel-partikel yang terdapat dalam kabut asap adalah asap itu sendiri, debu, pasir, dan serbuk sari. Lebih lanjut, efek jangka pendek akibat kualitas udara yang buruk, seperti kabut asap tersebut dapat menimbulkan efek buruk pada susahnya bernapas dan kerusakan paru-paru, batuk dan iritasi tenggorokan, memperburuk gejala penyakit paru-paru, berdampak kepada fungsi jantung, menyebabkan iritasi pada mata, berisiko terkena kanker paru-paru dan dapat menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit.

Guna mencegah efek buruk pada kesehatan, narasumber berpesan agar membatasi kegiatan di luar ruangan ketika musim kabut asap datang. Jika pun harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan kegiatan yang dilakukan tidak terlalu menguras tenaga. Selain itu, pakailah masker untuk menutup mulut dan hidung, sehingga dalam kondisi tertentu akibat dari kabut asap tersebut, kita tidak mudah terserang infeksi pernafasan maupun virus-virus penyakit lainnya yang dapat merugikan kita semua.

Usai melaksanakan sosialisasi, acara dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu di masjid Nurul Iman Lanud SAM.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel