Berita

SOSIALISASI DAN SIMULASI PK DI LANUD HUSEIN SASTRANEGARA

Dibaca: 6 Oleh 31 Mei 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Sesuai dengan program kerja Lanud Husein Sastranegara Bidang Operasi dan Latihan Tahun 2012, Seksi Base Rescue atau dikenal juga dengan nama Seksi Pemadam Kebakaran (PK) yang berada di jajaran Dinas Operasi (Disops) melaksanakan sosialisasi dan simulasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran di Lanud Husein S., Kamis (31/5).

Acara diawali dengan sosialisasi bermacam alat untuk memadamkan kebakaran dan cara dini penanggulangan kebakaran disampaikan langsung oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Base Rescue, Kapten Tek M. Lutfi, seusai apel pagi di lapangan depan Mako Lanud Husein S.

Seluruh personel yang hadir memperhatikan bagaimana cara-cara penanggulangan kebakaran mulai dari api yang kecil seperti di dapur karena kompor, sampai dengan api yang cukup “liar“ sehingga dapat menimbulkan kerugian fisik yang cukup besar.

Beberapa personel diberikan kesempatan untuk mencoba memadamkan api menggunakan media karung goni basah dengan mendapat petunjuk dan bimbingan langsung dari jajaran PK. “Arah dan besaran api harus diperhatikan betul ketika meletakkan karung basah, intip dulu lalu taruh langsung ke sumber api, tidak perlu tergesa-gesa, jaga jarak aman dengan sumber api“, arahan Kapten Lutfi.

Baca juga:  Siswa Skadik 203 Siap dan Sigap Menghadapi Kebakaran

Menurut Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Penerbang Umar Sugeng Hariyono, S.IP., SE., MM., dalam briefing sebelum pelaksanaan, agar seluruh personel tetap memperhatikan safety dan security sekalipun kegiatan ini hanya berupa sosialisasi dan simulasi. Muaranya adalah agar setiap personel mampu menghayati dan kemudian mengaplikasikannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Hal lain yang perlu mendapat perhatian serius adalah komunikasi dan koordinasi dalam menyikapi ketika terjadi incident atau accident. Jalur komando dan koordinasi harus berjalan seiring dengan penanganan awal ketika terjadi musibah. “Saluran komunikasi baik Handy Talkie (HT), handphone, maupun Senkom harus digunakan seefektif mungkin agar jenis dan lokasi kebakaran dapat diketahui secara cepat, sehingga upaya penanganannya tepat“, tegas beliau.

Penanggulangan kebakaran memang tidak hanya seksi PK dan tim kesehatan (ambulance) saja yang bergerak, tetapi melibatkan seluruh personel dalam membantu upaya agar kebakaran tidak meluas. Baik laki-laki maupun perempuan harus mengetahui tindakan apa yang dapat diambil ketika pertama kali menemui kebakaran di lokasi yang berdekatan dengan keberadaannya, ”Dengan berteriak, kebakaran… kebakaran…, saja sudah membantu personel sekitar untuk waspada terhadap kejadian darurat dan ’menyambungkan’ pesan tersebut“, jelas Kasubsi Base Rescue.

Baca juga:  LANUD IWJ DIKUNJUNGI ANAK-ANAK PAUD

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel