Berita

Sosialisasi HIV-AIDS di Lanud Surabaya

Dibaca: 5 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Peran orang tua sangatlah besar dalam usaha memahami dan menghindari perilaku yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS. Pada anak remaja dan ibu yang negatif HIV. Demikian sambutan Komandan Lanud Surabaya Kolonel Pnb Gatot Purwanto pada acara sosialisasi tentang penyakit HIV-AIDS, Kamis (26/11), di Gedung Hercules Lanud Surabaya.

 

Lebih lanjut DanLanud mengatakan, perilaku yang tepat sesuai norma agama adalah langkah yang tepat untuk dapat menghindari bahaya HIV/AIDS, dan juga harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai HIV/AIDS itu sendiri. Di samping untuk mencegah diri dari melakukan berbagai hal yang beresiko menularkan HIV/AIDS, juga membantu kita untuk dapat berperilaku yang tepat kepada penderita HIV/AIDS itu sendiri.

 

Sementara itu, penceramah dari Rumkit Lanud Surabaya Lettu Kes dr. Indria Sari. M.Ph. menjelaskan, sebuah fenomena HIV/AIDS belum banyak dipahami, hal ini semakin memicu penambahan jumlah penderitanya. HIV merupakan virus yang tidak pandang bulu, dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, status, tingkat sosial. namun ada kecenderungan besar virus ini menimpa seseorang yang rentan tertular HIV karena pola hidupnya yang relatif bebas, seperti melakukan hubungan seks pranikah dan pengguna Narkoba dengan jarum suntik secara bergantian.

Baca juga:  UPACARA BENDERA AKHIR TAHUN

 

Diharapkannya, dengan pengetahuan yang didapat bisa membuat Kita lebih bijak dalam berbuat dan berprilaku agar terhindar dari penyakit tersebut. Juga dengan pengetahuan yang didapat tentang penularan penyakit tersebut, diharapkan dapat menghapus stigma dan diskriminasi kepada orang yang terinfeksi HIV dan AIDS. jelas dr.Sari

 

Acara dilanjutkan dengan Tes HIV atau tes darah oleh seluruh personil Lanud Surabaya sebagai upaya untuk memastikan apakah, seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau tidak, yaitu dengan cara mendeteksi adanya antibody HIV di dalam sample darahnya. Hal ini perlu dilakukan setidaknya agar anggota yang bersangkutan bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya, terutama menyangkut resiko dari perilakunya selama ini.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel