Berita

Sosialisasi Hukum Humaniter, Hukum Udara, dan Hukum HAM

Dibaca: 42 Oleh 20 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kolonel Sus DR. Agus Mulyadi, S.H.,M.H., selaku Sesdiskum mewakili Kadiskumau Marsma TNI S. Damanik, S.H.,M.H., dengan didampingi Kadisops Letkol Lek Imam Bintoro yang mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P.M.M., membuka pelaksanaan Sosialisasi Hukum Humaniter, Hukum Udara, dan Hukum Hak Asasi Manusia yang dilaksanakan di ruang rapat Staf 1 Lanud Sulaiman, Kec. Margahayu, Kab. Bandung. Rabu (19/07).

Komandan Lanud Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadisops menyampaikan bahwa di dalam pasal 10 undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI ditentukan bahwa TNI Angkatan Udara melaksanakan tugas TNI Matra Udara di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi nasional. “Bahwa yang dimaksud dengan menegakkan hukum dan menjaga keamanan udara dalam penjelasan pasal 10 ayat (2) Undang-Undang TNI dinyatakan adalah segala usaha, pekerjaan dan kegiatan untuk menjamin terciptanya kondisi wilayah udara yang aman serta bebas dari ancaman kekerasan, ancaman navigasi serta pelanggaran hukum di wilayah udara yurisdiksi nasional”, kata Kadisops.

Baca juga:  TNI AU MOU DENGAN PT. GARUDA

Selanjutnya disampaikan pula bahwa pencegahan dan penanganan persoalan pelanggaran hukum perang dan hukum ham oleh prajurit TNI Angkatan Udara sudah seharusnya disesuaikan dengan hukum dan prosedur yang berlaku demi menjaga nama baik, bukan saja organisasi melainkan juga bangsa dan negara di mata dunia internasional.

Dikatakan pula bahwa perkembangan hukum humaniter internasional praktis berjalan dengan dinamis seiring dengan kemajuan teknologi dan kepentingan negara-negara maju. Hal tersebut senada dengan sambutan yang disampaikan Sesdiskumau yang juga mengharapkan kepada setiap perwira agar mampu mengikuti perkembangan tersebut secara terus-menerus, membuat kajian dan sekaligus memformulasikannya dalam tugas yang selanjutnya disampaikan kepada para prajurit TNI AU yang berdinas di lingkungan Lanud Sulaiman.

Dijelaskan pula bahwa salah satu tolak ukur profesionalisme seorang perwira, dalam melaksanakan tugas adalah apabila sudah dapat menjadikan dirinya sebagai prajurit profesional yang terlatih dan memahami tugas pokoknya serta memahami aspek hukum yang melingkupinya, sehingga senantiasa mampu menjawab dan melaksanakan tugas sesuai tantangan di masa mendatang.

Baca juga:  RAKERNIS KOOPSAU I TA 2009 DIBUKA PANGKOOPSAU I

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh 40 orang perwira dan dihadiri pula oleh Kasubdiskumdirga Diskumau Kolonel Pnb Supri Abu, S.H., M.H., delegasi INTERNATIONAL COMMITTEE OF THE RED CROSS (ICRC) Brigjen (pur) Natsri Anshari, S.H., LL.M, dan Dini Puspita.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel