Berita

Sosialisasi Kesehatan Bahayanya “Bakteri C. Diphtheria” Di Lanud Surabaya

Dibaca: 5 Oleh 07 Nov 2011Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Anggota Lanud Surabaya mendapatkan sosialisasi kesehatan tentang bahaya bakteri “C. Dphtheria”, dari Karumkit Soemitro Lanud Surabaya Mayor Kes Drs. Mukti Arja Berlian, Sp.PD seusai apel pagi, Senen (7/11).

Dalam sosialisasinya Karumkit Soemitro Lanud Surabaya Mayor Kes Drs. Mukti Arja Berlian, Sp.PD menerangkan bahwa penyakit D1FTER1 atau sakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphthcriac merupakan salah satu penyakit yang mengancam nyawa, khususnya anak-anak usia 1 – 10 tahun karena dapat mengakibatkan kematian hanya dalam kurun waktu J-4 hari saja.

bakteri ini bekerja dengan cara mengeluarkan racun/ toxin yang akan menyebar melalui saluran darah dan membunuh jaringan dan sel-sel tubuh. Penyakit infeksi yang berasal dari manusia dan lingkungan kotor yang ditularkan melalui udara maupun sentuhan ini, memudah-kan untuk berkembang biak dan mewabah di masyarakat.

Penyakit ini mempunyai gejala awal yang terkadang dianggap remeh, sehingga seringkali penanganan penderita di tangan medis sudah termasuk terlambat. Gejala yang ditimbulkan yakni seperti demam yang tidak terlalu tinggi, sakit tenggorokan, mengeluarkan lendir dari hidung atau mulut, dan lemah. Gejala-Gejala awal ini sepintas serupa dengan flu biasa pada anak-anak. Sehingga pada saat telah munculnya membran atau selaput tipis pada infeksi, yang menjadi karakteristik difteri ini, seringkali tidak disadari.

Baca juga:  Danlanud Padang Adakan Malam Pisah Sambut dengan Walikota Padang

Sementara itu, Karumkit juga mengingat kepada para anggota agar lebih waspada akan bahayanya difteri, maka perlu deteksi dini jika buah hatinya mengalami gejala penyakit ini.

Sesungguhnya penyakit ini merupakan penyakit lama yang seharusnya sudah terberantas apabila imunisasi vaksin DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) telah diberikan kepada anak sejak dini. Namun kenyataanya imunisasi masih memiliki kendala tersendiri dalam mencakup seluruh anak di Indonesia.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel