Berita

SOSIALISASI PEMANFATAN TANAH BEKAS PANGKALAN PERINTIS PIOBANG, LANUD PADANG

Dibaca: 97 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Tanah seluas 32,7 hektar milik TNI AU yang terletak di kanagarian Piobang, kecamatan payakumbuh, kabupaten lima puluh kota, sumatera barat yang selama ini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai lahan pertanian telah dilaksanakan sosialisasinya oleh Lanud Padang, pada hari Jumat, 19 Juni 2009 yang bertempat di mesjid Raya piobang.

 

kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat penggarap agar mereka mengakui bahwa tanah yang mereka garap merupakan lahan milik TNI AU, sehingga permasalahan yang berkaitan dengan kepemilikan lahan didaerah tersebut tidak menjadi persoalan dikemudian hari. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang telah dilaksanakan dalam beberapa waktu yang lalu, dimana Danlanud Padang Letkol Pnb Renalda Timur Raya Damanik telah melakukan survey dan pendataan mengenai keberadaan tanah milik TNI AU Piobang yang berjarak sekitar 150 KM dari kota Padang tersebut. dalam hal ini Danlanud Padang melakukan kerjasama dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik unsur muspida Tk II, Bupati Lima Puluh Kota, Kenagarian Piobang serta dengan dinas perhubungan setempat.

Baca juga:  Satpomau Lanud Dominicus Dumatubun Gelar Pemeriksaan kelengkapan Kendaraan Dinas dan Pribadi Secara Dadakan.

 

untuk menindaklanjuti penyelesaian tanah piobang tersebut, Danlanud telah membentuk satu tim asset untuk menindaklanjuti semua permasalahan tanah lanud padang termasuk tanah yang berada di daerah Piobang. pada pelaksanaan sosialisasi tersebut telah dicapai kesepakatan dengan para penggarap, bahwa lahan tersebut telah disetujui oleh Lanud Padang untuk digarap oleh masyarakat dengan membuat surat permohonan kepada Lanud Padang. Untuk selanjutnya pelaksanaan pengamanan asset tanah bekas pangkalan perintis Piobang ini akan dilakukan oleh tim asset yang telah dibentuk.

 

pelaksanaan sosialisasi ini dihadiri oleh para pejabat setempat, pemuka masyarakat, ninik mamak 4 suku, dan masyarakat penggarap lahan.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel