Berita

SOSIALISASI PENANGANAN IMIGRAN GELAP DI LANUD JAYAPURA

Dibaca: 4 Oleh 31 Mei 2012Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Bertempat di Gedung Serbaguna Lanud Jayapura, personel Lanud Jayapura mengikuti ceramah ”Strategi dalam menangani Imigran Gelap” yang disampaikan oleh narasumber dari International Organization for Migrations, Kepala Imigrasi Jayapura, Kepala Departemen Sosial Jayapura, Wakapolda Pegunungan Bintang, dan Staf Hukum Lantamal X Jayapura, Selasa (29/5).

Sosialisasi yang diikuti Pejabat Lanud Jayapura, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Lanud Jayapura ini dibuka oleh Komandan Lanud Jayapura, Kolonel Pnb Diyah Yudanardi. Dalam sambutannya Komandan menyampaikan ”Kondisi geografis Papua yang sebagian besar pegunungan berhutan lebat sangat mempengaruhi masalah keimigrasian di wilayah ini”.  Hal ini diperparah oleh kondisi perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini yang sangat luas dan cukup terbuka memungkinkan untuk siapa saja dapat melintasi perbatasan negara tanpa melalui prosedur yang telah ditentukan, oleh karena itu Komandan menekankan kepada anggota Lanud Jayapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan ikut berperan dalam penanganan imigran gelap yang masuk wilayah negara Indonesia tanpa memenuhi peraturan dan perundangan yang berlaku.

Hal senada disampaikan Kepala Imigrasi Jayapura, Drs M. P. Sembiring bahwa Migrasi sangat berpotensi terjadinya berbagai gangguan kamtibmas, antara lain tindak pidana perdagangan manusia, penyelundupan manusia (people smuggling) baik yang terorganisasi maupun yang tidak terorganisasi. Kejahatan semacam ini termasuk dalam klasifikasi Trans Nasional Crime.

Baca juga:  Jelang HUTnya, PIA Ardhya Garini Cab.12/D.I Lanud Roesmin Nurjadin Kunjungi Panti Asuhan

Untuk menyempurnakan sosialisasi tentang keimigrasian ini pada akhir acara dilaksanakan simulasi bagaimana mengamankan seseorang atau sekelompok orang yang diduga sebagai imigran gelap dan bagaimana penanganannya. Dalam kesempatan ini juga dijelaskan tentang bagaimana membedakan dokumen-dokumen asli dan yang palsu, sebagai pengetahuan agar kita dapat berperan aktif dalam pencegahan Trans National Crime, utamanya yang menggunakan transportasi udara.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel