Berita

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme di Lanud Sulaiman

SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN RADIKALISME DI LANUD SULAIMAN
#TNIAU 

TNI AU. Kepala Dinas Operasi Lanud Sulaiman Letkol Lek Hendrawansyah, S.T., mewakili Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb B. Benny K., SH., MAvMgt., MAIR., menerima tim Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan radikalisme Kodiklatau Letkol Sus Elfetri, S.I.P., dan Letkol Sus R. Ghufron untuk melaksanakan sosialisasi, bertempat di gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman. Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala dinas, anggota, dan siswa Lanud Sulaiman, Selasa (08/10).

Kata radikalisme sering dikaitkan dengan gerakan radikal agama yang dianggap bagaikan musuh dalam selimut. Bila dahulu gerakan radikalisme agama dalam menyampaikan ajarannya hanya melalui jalan revolusioner dengan bom bunuh dirinya maka sekarang menggunakan cara baru, yaitu jalan evolusioner.

Hal tersebut dikatakan Danlanud Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadisops yang juga menyampaikan harapannya melalui sosialisasi ini para personel Lanud Sulaiman akan banyak memperoleh informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan paham radikalisme serta bagaimana kita menyikapinya sehingga kita tidak terbawa dan terpengaruh hal-hal yang bersifat ekstrim.

”Selain itu, diharapkan melalui sosialisasi ini diharapkan pula  para personel Lanud Sulaiman dapat menumbuhkembangkan sense of intelligence dan sense of security.  Dengan demikian, para personel Lanud Sulaiman akan lebih waspada  dan  mampu  meningkatkan kepekaan terhadap setiap perubahan dan ancaman yang mungkin timbul,“ kata Kadisops.

Letkol Sus Elfetri, S.I.P., selalu Kaintelpam Kodiklatau dalam paparan pembuka menyampaikan perkembangan situasi saat ini bahwa kasus LGBT sudah ada di lingkungan TNI AU umumnya dan Kodiklatau Khususnya, dan ditemukan pula kasus bunuh diri, asusila, disersi, narkoba, dan masalah rasisme. Dikatakan bahwa akar gerakan kelompok radikal  yang berbasis agama di Indonesia  dapat dirunut kembali hingga  pemberontakan DI/TII di beberapa  wilayah di Indonesia. Pada tahun 2015, Mabes Polri  mencatat terdapat 408 orang  WNI yang berangkat ke Suriah  untuk bergabung dengan ISIS. Hingga tahun 2017, diketahui  terdapat 671 orang WNI (524  laki-laki dan 147 wanita) yg  bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak.

Dijelaskan  bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan pencegahan  dan penanggulangan radikalisme di lingkungan  TNI Angkatan Udara adalah untuk melakukan  pembinaan personel dalam rangka mencegah  dan menanggulangi segala bentuk ancaman  yang berkaitan dengan radikalisme. Sedangkan sasaran kegiatan pencegahan dan  penanggulangan radikalisme di lingkungan TNI  Angkatan Udara adalah seluruh anggota Militer  atau PNS TNI AU dan Keluarganya serta  Purnawirawan TNI AU.

Disampaikan pula macam kegiatan pencegahan dan  penanggulangan radikalisme di lingkungan TNI  AU adalah berupa santiaji atau ceramah oleh pimpinan TNI AU serta safari ke lanud-lanud atau satuan-satuan TNI AU oleh  dinas terkait sesuai bidang tugas masing-masing. Bintal Fungsi Komando, untuk tanamkan  nasionalisme dan empat  Pilar Kebangsaan (Pancasila,  UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI). Pelaksanaan jam Komandan secara berkala  di pangkalan atau satuan TNI AU setempat. Bintal rohani, untuk berikan pemahaman  agar tidak memiliki fanatisme beragama sempit. Pembinaan dan pengawasan personel,  termasuk melaksanakan litpers secara berkala.

Sedangkan Kabintal Kodiklatau Letkol Sus R. Ghufron menyampaikan bahwa tujuan bintal adalah terlaksananya pembinaan mental dalam mewujudkan prajurit yang bermental tangguh dilandasi iman dan taqwa (akhlak mulia), nasionalis, militan, dan memiliki kematangan psikologis.

Dijelaskan pula tentang agama yang diakui di Indonesia berdasarkan Keppres 6/2000 jo SK Menag no. MA/12/2006, macam-macam ormas sesuai dengan agama yang ada di Indonesia baik ormas dari agama Islam maupun ormas agama lainnya, ciri-ciri ormas dari masing-masing agama, serta bagaimana menjalankan Bintal Fungsi Komando bagi para personel TNI AU sehingga terwujud prajurit TNI yang bermental tangguh, kesatria, militan, dan profesional.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel