Berita UtamaBeritaPIA Ardhya GariniBerita KotamaKoopsau 1

Sosialisasi Penyalahguanaan Narkoba dan Aspek Hukum KDRT

Oleh 25 Okt 2019 Oktober 29th, 2019 Tidak ada komentar
Sosialisasi Penyalahguanaan Narkoba dan Aspek Hukum KDRT
#TNIAU 

TNI AU. Segenap personel Lanud Sultan Iskandar Muda, Kipan C Yonko 469 Paskhas dan Ibu-ibu Pia Ardhya Garini Cabang 20/D.I Lanud Sultan Iskandar Muda beserta Pia Anak Ranting 002-03-4/G.IV Kipan C Yonko 469 Paskhas mengikuti acara Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba dan Aspek Hukum Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam rangka memperingati HUT ke-63 Pia Ardhya Garini yang jatuh pada tanggal 25 November mendatang. Acara berlangsung di ruang Crew Room Lanud Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (25/10).

Sosialisasi Penyalahguanaan Narkoba dan Aspek Hukum KDRTKetua Pia Ardhya Garini Cabang 20/D.I Lanud Sultan Iskandar Muda Ny. Rini Hendro Arief dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada narasumber, Bapak dan Ibu serta hadirin sekalian yang berkenan hadir memenuhi undangan.

“Sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan aspek hukum KDRT ini diadakan guna mencegah penyalahgunaan narkoba dan terjadinya KDRT di lingkungan keluarga besar Lanud Sultan Iskandar Muda. Kedua topik yang akan disampaikan dirasa tepat di jelaskan, karena dapat menambah wawasan para orang tua sehingga nantinya dapat mencegah penyalahgunaan narkoba dan pengedaran narkoba terhadap generasi penerus yang menjadi salah satu ancaman proxy war bagi kedaulatan NKRI,”ujarnya.

“Sedangkan sosialisasi hukum KDRT sanggatlah penting disampaikan bagi kita para orang tua diharapkan betul-betul menyimak serta mendengarkan dengan baik sebagai upaya pencegahan preventif terhadap kedua hal tersebut, sebab belakangan ini KDRT banyak terjadi di kehidupan berkeluarga dan dampak dari  KDRT korbanya adalah anak-anak yang masih sanggat membutuhkan kasih sayang juga perhatian orang tua,”tambah NY. Rini Hendro Arief.

Kasi PLR BNNP Provinsi Aceh dr. Deny Fahriyan Murfadli selaku pemateri menyebutkan ancaman narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tapi juga menghancurkan martabat bangsa. Sebab, keluarga korban atau pelaku penyalahgunaan narkoba akan berupaya melindungi diri mereka sendiri agar tidak diketahui orang lain, apalagi aparat penegak hukum. “Ancaman narkoba ini lebih mengerikan daripada serangan militer. Musuhnya tidak ketahuan,” katanya.

Lanjut dikatakan Kasilakara Mayor Chk Zarkasi.,SH., bentuk KDRT dimulai dari kekerasan fisik baik ringan maupun berat, kekerasan seksual baik ringan maupun berat, penelantaran rumah tangga. Aspek pidana Kekerasan dalam rumah tangga untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sesuai ketentuan pidana. Menurut undang-undang pasal 44 kekerasan fisik ketentuan pidananya yaitu maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp. 15.000.000,-sedangkan berat penjara maksimal 10 tahun atau denda Rp. 45.000.000,-. Kekerasan psikis yaitu paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp. 9.000.000,-

Sosialisasi Penyalahguanaan Narkoba dan Aspek Hukum KDRTLaporan KDRT bisa diadukan oleh siapa saja yang melihatnya (sebagai saksi) sedangkan aduan dilaporkan hanya oleh korban. Dalam aspek perlindungan anak, anak adalah seorang yang usianya belum mencapai usia 18 tahun. Anak berhak mendapat lindungannya dari diskriminasi, eksploitasi, kekejaman, dan ketidakadilan dan anak dilindungi oleh komisi perlindungan anak.

Sosialisasi ini mendapat apresiasi baik dari Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos. Dengan adanya sosialisasi ini kita jadi lebih paham dan mengerti tentang betapa bahayanya Narkoba dan memahami hukum KDRT, saya ucapkan terima kasih kepada para Narasumber yang telah menyampaikan dan menjelaskan isi materi dengan baik dan jelas,” katanya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel