Berita

SOSIALISASI REFORMASI BIROKRASI TNI BAGI PRAJURIT DAN PNS TNI AU DI SUBANG

Dibaca: 34 Oleh 18 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Bertempat di hanggar Skadron Pendidikan (Skadik) 303 Wing Pendidikan Teknik dan Pembekalan (Wingdiktekkal), Senin (26/10) sekitar 600 personel prajurit dan PNS TNI AU yang bertugas di satuan-satuan TNI AU Subang mengikuti sosialisasi reformasi birokrasi TNI. Acara diikuti anggota dari Lanud Suryadarma, Wingdiktekkal dan Kompi B BS Paskhas dihadiri para pejabat ketiga satuan tersebut.

 

diawali dengan apel pagi gabungan di halaman hanggar Skadik 303 dipimpinan Komandan Lanud Suryadarma Kol Pnb Widiantoro,MBA yang mengajak anggota TNI AU di Subang untuk meningkatkan kinerja bagi kemajuan satuan dan masyarakat. Peningkatan kinerja tersebut berwujud dengan kemauan untuk terus belajar, bekerja dan latihan berbagai kegiatan olah raga agar berprestasi.

 

Selanjutnya usai apel di dalam hanggar Danlanud Suryadarma mengharapkan agar seluruh peserta mendengarkan dengan seksama paparan reformasi birokrasi TNI yang dibawakan oleh Kapten Tek M. Iqbal M.P., Danflighthar Skadron Udara 7.

 

Dalam paparannya sekitar 2 jam, Kapten Tek M. Iqbal M.P., menguraikan secara rinci mengenai proses, tujuan, sasaran, garis besar pelaksanaan program dan kegiatan serta pelaksanaan 9 program kegiatan reformasi birokrasi TNI sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER /15/M.PAN/7/2008. Ditekankan bahwa reformasi birokrasi TNI bertujuan umum dan khusus. Tujuan umumnya seperti terwujudnya integritas moral dan soliditas personel TNI dalam melaksanakan tugas pokok, meningkatnya profesionalisme, nilai juang dan disiplin prajurit serta terciptanya rasa aman dalam masyarakat juga terjaganya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan tujuan khususnya antara lain terwujudnya organisasi TNI yang efektif, efisien, transparan, akuntabel dan lain-lainnya.

Baca juga:  YASARINI BERIKAN BEASISWA DAN BINGKISAN

 

Dari tujuan jangka panjang dan pendek tersebut implementasinya adalah adanya reformasi birokrasi terhadap terlaksananya 9 langkah program dan kegiatan reformasi TNI. Sembilan langkah itu adalah arahan strategis, menajemen perubahan, penataan sistem, penataan organisasi, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia, Penguatan Unit Organisasi, Penyususnan peraturan dan pengawasan internal. Dari tiap-tiap langkah tersebut disusun sasaran startegis, langkah-langkah kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan rencana tindak lanjut. Dengan perbaikan tersebut serta adanya reformasi TNI maka organisasi TNI layak mendapatkan renumerasi/perbaikan penghasilan diwujudkan dalam tunjangan kinerja.

 

Ditambahkan Kapten Iqbal latar belakang perbaikan penghasilan adalah penghasilan saat ini tidak memenuhi kebutuhan hidup layak sehingga mendorong terjadinya korupsi, struktur gaji kurang memenuhi prinsip equity karena gaji tidak dikaitkan dengan kompetensi, struktur gaji terendah dan tertinggi terlalu kecil (1: 3,3) dan sistem pensiun yang kurang menjamin kesejahteraan masa tua.

 

Dengan adanya perbaikan penghasilan maka tuntutan terhadap profesionalisme prajurit TNI makin tinggi, seperti TNI harus menyiapkan 3 quick wins yang akan dinilai tim independen. Ketiga quick wins tersebut adalah kesiapan prajurit TNI dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di dua tempat sekaligus, kesiapan prajurit TNI dalam Pasukan Reaksi Cepat Penaggulangan Bencana (PRCPB) dan pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terluar. Di samping itu aspek-aspek doktrin, struktur dan kultur di satuan-satuan TNI harus direformasi sebaik-baiknya dengan ukuran yang ditentukan dan jelas.

Baca juga:  SMP TERPADU FATAHA KUNJUNGI LANUD PEKANBARU

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel