Berita

Sosialisasi Road To Zero Accident (RTZA) Lambangja Kodiklatau ke Lanud Sulaiman

Dibaca: 44 Oleh 08 Sep 2020Tidak ada komentar
Sosialisasi Road To Zero Accident (RTZA) Lambangja Kodiklatau ke Lanud Sulaiman
#TNIAU 

TNI AU. Lanud SLM. Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Nurdin menerima Kalambangja Kodiklatau Kolonel Pnb Sukarno beserta tim dalam kegiatan sosialisasi Road to Zero Accident (RTZA) bertempat di ruang rapat staf I Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung. Tim survei Lambangja Kodiklatau akan melaksanakan sosialisasi giat penyegaran dan uji kualifikasi gadik serta e-survei dan peninjauan fasilitas latihan Skadik 204 Lanud Sulaiman, Selasa (8/9).

Komandan Lanud Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan akan dilaksanakannya sosialisasi RTZA ini semoga Lanud Sulaiman mendapat pencerahan dalam upaya menciptakan budaya peduli pada keselamatan dan kerja. “Dengan padatnya kegiatan pendidikan di Lanud Sulaiman, khususnya di Skadik 204, tim survei lambangja Kodiklatau semoga dapat menjadi jembatan bagi kami untuk menindaklanjuti ke komando atas terkait dengan kondisi yang berhubungan dengan kegiatan siswa di Lanud Sulaiman,” kata Danlanud.

Kalambangja menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya RTZA ini adalah untuk melaksanakan kegiatan rutin survei Lambangja Kodiklatau sebagai salah satu program kerja untuk mengetahui kondisi lambangja yang ada di satuan jajaran. Terutama dari aspek organisasi, personel, sarana dan prasarana, alat dan peralatan yang ada di satuan.

“Selain itu, untuk menyosialisasikan tentang kegiatan penyegaran dan uji kualifikasi gadik di jajaran Kodiklatau. Khususnya gadik yang berkualifikasi nonawak pesawat. Tujuannya adalah untuk mengetahui kompetensi dan kualifikasi dari para gadik yang berada di Lanud Sulaiman sehingga kualitas atau out put dari gadik ini sesuai dengan standar yang diharapkan,“ kata Kalambangja Kodiklatau.

Pada paparan terkait dengan penyegaran dan uji kualifikasi gadik jajaran Kodiklatau berbasis E-Learning Disampaikan bahwa tugas gadik ialah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan, membentuk kepribadian serta memberikan bimbingan, pengasuhan kepada peserta didik sesuai dengan lingkup penugasan yang dibebankan oleh satuan pendidikan.

”Tujuan penyegaran gadik ini adalah untuk memberikan pemahaman kembali tentang suatu kemampuan atau pengetahuan yang pernah diterima atau dikuasai oleh para gadik dalam mengelola proses pembelajaran sehingga tercapai proses sebagai pendidik,” jelas Mayor Pnb Dion Aridito, S.T.

Dijelaskan pula tentang keuntungan E-Learning terkait dengan masih berlangsungnya wabah Covid-19, diantaranya efisiensi biaya, fleksibel dalam mengatur waktu, bisa belajar mandiri dan bisa dilaksanakan secara bersamaan di satuan jajaran, jumlah peserta bisa lebih banyak, keamanan dan kesehatan peserta lebih terjamin, penilaian bisa dilaksanakan terpusat oleh tim penguji, dan otomatisasi hasil penilaian. Sedangkan kekurangannya adalah, kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa, pemahaman materi bisa berbeda, nilai akan kurang objektif, kurangnya pengawasan dalam belajar, dan dituntut kedewasaan dari siswa.

Dipaparkan pula materi penyegaran tenaga pendidikan adalah gadik yang selama satu tahun secara berturut-turut tidak mengajar, belum memiliki kualifikasi gadik, dan gadik yang ditunjuk oleh Dansat/Kordostun/ Kapokgadik/ Kapokinst. Selain itu, dipaparkan pula tentang materi penyegaran gadik yang meliputi ilmu mengajar, micro teaching, self development, lesson plan, cara memberi instruksi, alin alongins, dan teknik penilaian.

Hadir pada kesempatan tersebut para kepala dinas, para komandan skadik, para instruktur dari jajaran skadik, dan tim survei lambangja Kodiklatau lainnya, yaitu Mayor Pnb Dion Aridito, S.T., (Kasiujiprofesi Lambangja Kodiklatau) dan Mayor Sus Zulfikar Lubis (Kujiteori Siujiprofesi Lambangja Kodiklatau).

#Sulaimanberiman(bersih,integritas,aman)

Baca juga:  Kapten Pnb Martono “Terbaik” Sekkau-99

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel