Berita

SOSIALISASI ZAKAT PROFESI DI WINGDIKTEKKAL

Dibaca: 16 Oleh 13 Agu 2012Tidak ada komentar
SOSIALISASI ZAKAT PROFESI DI WINGDIKTEKKAL
#TNIAU 

Anggota Wingdiktekkal mendapatkan sosialisasi zakat profesi dari Ketua Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kabupaten Subang Drs. H. Mohammad Musa, M.Si di lapangan apel Skadik 303 Wingdiktekkal. Senin (13/8).

Kegiatan yang dilaksanakan setelah apel pagi yang diikuti seluruh anggota dan para siswa Wingdiktekkal mendapat sosialisasi tentang pengertian zakat profesi, dalil zakat profesi, ukuran nishab zakat profesi dan cara menghitung zakat profesi serta ketentuan pendayagunaan zakat profesi. kemudian dilanjutkan ceramah dari BAZDA Kabupaten Subang mengenai pentingnya membayar zakat fithrah di bulan Ramadhan. Zakat secara etimologi yaitu suci, berkembang dan berkah serta menurut istilahnya adalah harta yang wajib dikeluarkan dari harta orang kaya (muzaki) untuk disampaikan kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik) dengan aturan yang telah ditentukan menurut syar’i.

Menurut Mohammad Musa, secara garis besar zakat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Zakat Nafs (zakat badan atau zakat fithrah) merupakan zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan dan bagian dari kewajiban Shaum Ramadhan. Kedua, Zakat Maal (zakat harta), mengutip pernyataan Dr. Yusuf Qardhawi yang membagi menjadi 11 macam zakat, yaitu zakat binatang ternak, zakat emas dan perak, zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat produksi hewani, zakat barang tambang, zakat hasil laut, zakat investasi pabrik dan gedung, zakat hasil pencaharian, zakat saham dan obligasi, serta zakat profesi.

Dalam sosialisasi ini, dijelaskan mengenai zakat profesi. Zakat profesi yaitu diwajibkannya membayar zakat dari hasil profesinya, dikarenakan gaji yang didapat terus menerus sepanjang tahun dan apabila jumlah gajinya tersebut dalam satu tahun telah mencapai nishab, maka ditetapkan untuk wajib mengeluarkan zakat, karena terdapat illat (penyebab) yang menurut ulama fiqh adalah haul dan nishab yang merupakan landasan diwajibkannya zakat. Lebih lanjut Ketua BAZDA Kabupaten Subang menjelaskan mengenai zakat profesi melalui dalil zakat profesi dalam Surat Al Baqarah ayat 267, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Untuk di lingkungan TNI, Polri dan PNS, jelasnya dihitung dari penghasilan gaji dan atau pendapatan lainnya (tunjangan) dalam setahun telah diatur tiap tahun dan ditetapkan dalam Undang-Undang APBN dan diberikan tiap bulan. “2,5% dari jumlah kumulatif antara gaji dan tunjangan lainnya dizakatkan.”, ujarnya.

Menurutnya, hasil pengumpulan zakat dari pegawai atau karyawan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) dinas atau instansi dan kantor Kecamatan, 70% didayagunakan UPZ Dinas/Instansi untuk faqir miskin dan amilin, 30% diserahkan ke BAZDA Kabupaten Subang untuk amilin, fisabilillah dan ibnu sabil.

“Melalui sosialisasi zakat ini, diharapkan anggota Wingdiktekkal mengerti dan memahami pentingnya zakat dalam kehidupan, sehingga nantinya terpanggil untuk berzakat, baik zakat fithrah maupun zakat profesi.”, jelas Kasi Bintal Wingdiktekkal Mayor Sus Ali Mashar, S.Ag.

Baca juga:  Operasi hujan buatan atasi kekeringan, "TNI ANGKATAN UDARA KERAHKAN TIGA PESAWAT"

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel