Berita

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X BERIKAN CERAMAH KEPADA KARBOL

Dibaca: 5 Oleh 19 Mei 2010Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

“Problema kebangsaan yang kita hadapi sebenarnya krisis gaya hidup. Disatu pihak ada kelompok-kelompok masyarakat hanyut dalam globalitas, dilain pihak mengambil sikap radikal, yang menganggap perubahan sebagai kemunduran spiritualitas”. Demikian dikatakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan ceramah pembekalannya di hadapan Para Calon Perwira Remaja (Capaja) Karbol Akademi Angkatan Udara 2009 di Kampus AAU, Yogyakarta Senin, (7/12/2009).

 

Pembekalan kepada Capaja 2009 yang sudah memasuki Hari ke- 4 ini menghadirkan Gubernur DIY sebagai penceramah yang mengambil tema “wawasan kebangsaan generasi muda Indonesia” hal ini dimaksudkan agar menjadi bekal dan menambah wawasan kebangsaan serta nasionalisme karbol yang akan segera mengakhiri pendidikannya pada bulan ini.

 

Selanjutnya Sri Sultan menjelaskan Indonesia masa kini akan memberi harapan apabila reformasi hukum bisa menghasilkan kepastian hukum yang memenuhi rasa keadilan rakyat. kita seharusnya berpikir perlunya kebijakan hukum baru semacam affirmative action mengurangi kesenjangan dalam kedudukan hukum antara orang-orang mampu secara ekonomi dengan masyarakat biasa hingga tercipta keseimbangan yang lebih adil.

Baca juga:  Pelantikan Pengurus Satuan Karya Dirgantara Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Tasikmalaya

 

Sri sultan yang dalam ceramahnya didampingi Gubernur AAU Marsekal Muda TNI B.S. Silaen, S.IP. memandang perlu adanya tafsir baru wawasan kebangsaan sebagai kesadaran kolektif ditengah pola kehidupan yang mengglobal dan terbuka. Wawasan kebangsaan harus terus menerus disegarkan kembali dan didialogkan bersama seluruh warga, hingga bisa berfungsi sebagai pemersatu beragam suku, tetapi perlu secara operasional efektif, sehingga mampu memenuhi kebutuhan obyektif setiap warga. Itulah tantangan besar sekaligus tuntutan peran generasi muda, sebagai tumpuan masa depan bangsa, untuk bisa membangun Indonesia baru dengan mensinergikan kekuatan bangsa untuk melawan bentuk penjajahan baru, penjajahan global dalam semua aspek.

 

“Saya berharap, jadikanlah tahun 2009 ini sebagai momentum kebangkitan pemuda Indonesia berkarakter kebangsaan, bercirikan pemikir-pejuang sekaligus pembaharu, bukan cuma puas jadi generasi peminta-minta” Jelasnya.

 

Akhir ceramahnya Gubernur berpesan kepada seluruh karbol, dengan menyandang nama ‘Karbol’ sejak 1963 selain merasa bangga juga harus mampu menjaga namanya, karena seorang karbol mestinya Napak-Laku jiwa semangat Marsekal Muda, Profesor Dokter Abdurachman Saleh Almarhum, yang akrab dipanggil pak Karbol.

Baca juga:  Wakasau Terima Kunjungan Deputi Intelligence RTAF

 

Ceramah pembekalan yang diikuti oleh 123 Capaja AAU ini di hadiri oleh seluruh Pejabat teras AAU, Komandan Wing Karbol (Danwingkar), dan Pengasuh Karbol AAU serta diakhiri penyerahan kenang-kenang kepada penceramah.

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel