Berita

STATUS PRAJURIT TNI TIDAK HILANG WALAUPUN LEPAS ATRIBUT

Dibaca: 68 Oleh 05 Jul 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Bertempat di Lapangan Apel Pangkalan TNI AU (Lanud) Suryadarma, Kalijati, Subang, Mayor Sus Sebastianus Kadiaman,SH., Perwira Hukum melaksanakan penyuluhan kepada seluruh peserta apel, Senin (5/7). Penyuluhan merupakan bagian dari pembinaan personel bagi Prajurit dan PNS TNI yang ada di Lanud Suryadarma.

Dalam penyuluhan yang dihadiri oleh anggota dari staf-staf di Lanud Suryadarma, Skadron Udara 7 dan Kompi B BS Paskhas tersebut, dijelaskan mengenai pasal 101 ayat 1-3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer (KUHPM) membahas mengenai status prajurit dan saksi dalam tindakan perkelahian. Dijelaskan bahwa di lingkungan prajurit saat ini umumnya terjadi salah persepsi yaitu apabila ada bawahan yang merasa benar dan menantang atasan untuk berkelahi di luar kesatrain dengan lepas pangkat/atribut berarti telah lepas dari sangsi hukum. Padahal hukum prajurit tetap berlaku walaupun pelaku tidak mengenakan tanda-tanda keprajuritan, status tersebut akan hilang apabila prajurit telah keluar dari dinas atau pensiun. Sangsi hukum bagi bawahan yang melawan atasan adalah enam tahun penjara. “Status Prajurit tidak akan hilang, walaupun berkelahi dengan telanjang dada di luar kesatrian”, demikian Mayor Sebastianus.

Baca juga:  Flying Dentist dan Posko Merapi di Lanud Wirasaba

Pada ayat 2 secara singkat dijelaskan bahwa pemberi informasi, penerima informasi dan penantang perkelahian akan dikenakan sangsi hukum masing-masing 1,5 tahun penjara. Penyuluhan hukum tersebut merupakan program pembinan personel dari Danlanud Suryadarma Kol Pnb Irwan Is. Dunggio,S.Sos. agar anggota Lanud Suryadarma tetap berdisiplin, patuh dan taat aturan. Pada akhir penyuluhan Perwira Hukum juga mengharapkan anggota untuk menghindari perbuatan-perbuatan asusila yang akan berakibat sangsi hukum bagi pelakunya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel