Berita

STOP ACCIDENT

Dibaca: 13 Oleh 14 Mei 2010Tidak ada komentar
9b842766a265b99c2bf19666b186f743
#TNIAU 

Keselamatan penerbangan dan kerja dalam lingkup tugas TNI Angkatan Udara bukan hal baru lagi, tetapi sudah menjadi prioritas pertama dan utama dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari. Kecelakaan penerbangan dan kerja telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit di bidang peralatan/materiil maupun personel serta menelan biaya besar yang sukar tergantikan dalam waktu yang relatif singkat. Keselamatan penerbangan dan kerja bagi TNI Angkatan Udara mengandung pengertian pembinaan kemampuan tempur (combat readiness).

 

Demikian sambutan yang disampaikan oleh Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Iman Sudrajat pada acara ceramah Lambangja, Jumat (19/6) “Oleh karena itu sasaran terakhir keselamatan penerbangan dan kerja adalah terpeliharanya dan meningkatnya potensi tempur TNI AU melalui pembinaan terhadap unsur-unsur personel, materiil, media, misi dan manajemen,” Danlanud menambahkan.

 

Bertempat di Graha Antariksa Lanud Husein Sastranegara, ceramah yang berlangsung kurang lebih dua setengah jam ini disampaikan secara terperinci oleh Kolonel Pnb M.Z. Djamhari, M.Sc., yang sekaligus juga sebagai Sekretaris Dislambangja Mabes TNI AU. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan arti lambangja disertai maksud dan tujuan diselenggarakannya lambangja di kesatuan masing-masing. Selain itu beliau menambahkan bahwasanya kejadian kecelakaan umumnya menunjukkan adanya kelemahan dalam program pencegahan kecelakaan. “Selaras dengan falsafah keselamatan terbang dan kerja bahwa pada dasarnya kecelakaan pesawat udara dan kecelakaan kerja dapat dicegah apabila sebab-sebabnya diketahui”.

Baca juga:  Petembak terbaik di Lanud Adi akan diikutkan kejuaraan antar satuan

 

Lebih lanjut dalam paparannya, beliau menghimbau agar segala keterbatasan yang dimiliki hendaknya tidak menjadikan diri kita lemah dalam pengawasan. Sebagai anggota TNI Angkatan Udara kita harus dapat berbuat sesuatu guna mencegah terjadinya accident sesuai dengan peran, fungsi dan tugas masing-masing secara profesional. Menginstrospeksi diri, mulai dari tingkat pimpinan sampai dengan pelaku di lapangan guna mencegah terjadinya accident tentang seberapa besar kemampuan, keterampilan dan pengalaman yang dimiliki sesuai dengan bidang tugas. Karena dengan mengintrospeksi diri, akan terlihat betapa banyak hal-hal yang harus dilakukan, sehingga diharapkan akan terbangun pola piker, pola sikap, dan pola tindak yang dilandasi oleh berbagai pertimbangan dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sesi kedua ceramah lambangja diisi oleh Letkol Nav Triswan Larosa, S.Sos., yang membahas lebih detail tentang bagaimana suatu accident dapat terjadi karena adanya rangkaian kejadian yang mendahului, “The error chain, ada rantai kesalahan yang perlu diwaspadai, kita harus memperhatikan dimana mata rantai yang menjadi penyebab accident sehingga dapat diputus agar lambangja berjalan dengan optimal”, tegas Larosa.

Baca juga:  Danyonko 462 Paskhas Berikan Penghargaan Peraih Nilai Tertinggi Kesemaptaan Jasmani

 

Acara yang dihadiri kurang lebih 400 personel dari kesatuan Koharmatau, Depohar 10, dan Lanud Husein Sastranegara ini berlangsung menarik karena disampaikan secara jelas sehingga para peserta diharapkan lebih memahami lambangja di lokasi kerja masing-masing, serta menambah wawasan dan pengetahuan diri, sehingga slogan safety first selalu bergaung dan dapat terlaksana secara optimal. Stop accident mulai dari sekarang !!!.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel