TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

STUDI BANDING SISWA SUSPAGUMIL A-44 DAN SBAGUMIL A-20 SKADIK 201 LANUD SULAIMAN KE IPDN

By 13 Sep 2013Berita
1280px-Photo_20031215_122634

Sebanyak 30 siswa Suspagumil (Kursus Perwira Guru Militer) Angkatan ke-44 dan 30 siswa Susbagumil (Kursus Bintara Guru Militer) Angkatan ke-20, Kamis (12/9), melaksanakan studi banding ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Sumedang, guna memberikan pemahaman dan pengalaman nyata kepada para siswa tentang pelaksanaan pendidikan kedinasan khususnya pelaksanaan pendidikan di IPDN yang berada di bawah Kementrian Dalam Negeri dengan tujuan agar siswa dapat membandingkan pelaksanaan pendidikan di satuan jajaran Angkatan Udara dengan di IPDN sehingga siswa dapat mengambil maanfaat dari pengalaman studi banding ini untuk selanjutnya dapat diaplikasikan di satuan pendidikan di jajaran Angkatan Udara.

Komandan Skadik 201 Letkol Sus Drs. Istarto, M.App.Ling. L.T., sebagai pimpinan studi banding didampingi Mayor Kes Dadang Hidayat, S.Pd., (Kepala Sekolah Suspagumil), Mayor Lek Suripto (Kepala Sekolah Susbagumil), dan delapan orang instruktur beserta 60 siswa diterima oleh Pembantu Rektor III IPDN Bidang Kesiswaan Bapak Prof. DR. H. Murtir Jeddawi, S.H., S.Sos., M.Si., yang didampingi Kabag Pengasuhan Bapak Adam Ismail dan para staf IPDN di Ruang Serbaguna IPDN.

Danskadik 201 menekankan agar pengalaman yang diperoleh para siswa dapat melengkapi baik teori maupun praktek yang telah dan akan diperoleh selama empat bulan mengikuti pendidikan di Skadik 201, serta dapat dijadikan sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas mengajar di satuan setelah menyelesaikan pendidikan Gumil.

Pada kegiatan tersebut para siswa melaksanakan kegiatan, diantaranya adalah mendengarkan paparan informasi tentang latar belakang dan sejarah IPDN serta program pendidikan yang dilaksanakan di IPDN. Diskusi dan tanya jawab dengan Purek III dan para staf IPDN tentang model pengembangan kurikulum IPDN, pelatihan, mekanisme rekrutmen Mahasiswa IPDN, dan pembinaan tenaga pendidikan/dosen/widyaiswara.

Pada studi banding tersebut, Danskadik 201 dan para siswa juga diajak untuk melaksanakan peninjauan ke gedung dan fasilitas-fasilitas pendidikan seperti perpustakaan (e-library), mess/asrama, mensa, kelas, laboratorium, ruang media pendidikan dan lain-lain. Melaksanakan observasi media pendidikan alins/alongins.

Sistem pendidikan di IPDN mengikuti pola KSK, yaitu Kumpul, Sebar dan Kumpul kembali. Pada tingkat I siswa dikumpulkan di Kampus Pusat Jatinangor, kemudian disebar pada tingkat II dan III ke tujuh kampus di berbagai daerah di Indonesia, kemudian pada tingkat IV mereka dikumpulkan kembali di Kampus Jatinangor. Tahun ini tercatat 7000 Praja Pria dan Wanita yang menuntut ilmu di IPDN dari Tingkat I hingga Tingkat IV yang berasal dari 34 Propinsi di Indonesia. Para praja tersebut dididik oleh para tenaga pengajar profesional yang terdiri dari 14 Guru Besar, 84 Doktor, 200 Strata Dua (S-2).

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

STUDI BANDING SISWA SUSPAGUMIL A-44 DAN SBAGUMIL A-20 SKADIK 201 LANUD SULAIMAN KE IPDN