Pustaka

Suara Angkasa Edisi Oktober 2010

Oleh 27 Jan 2016 Tidak ada komentar
Suara Angkasa Edisi Oktober 2010
#TNIAU 

Suara Angkasa Edisi Oktober 2010

Dari Redaksi

Masalah-masalah internasional, lingkungan strategis, wilayah perbatasan dan masalah maritim yang terus berkembang menuntut TNI untuk terus mengembangkan kemampuan darat, laut, dan udara yang proporsional agar mampu menghasilkan efek tangkal yang kuat. Tantangan, ancaman, dan gangguan TNI pada awal dekade kelahirannya, memang tidak sama dengan ketika berumur enampuluh lima tahun seperti sekarang ini. TNI yang profesional tidak cukup hanya digaji yang memadai, tetapi harus juga dipersenjatai dengan Alutsista yang canggih dan alat kerja lainnya yang memadai pula.

Sebagai penegak kedaulatan Negara di Udara, TNI Angkatan Udara secara bertahap dan pasti terus berusaha memperkuat pertahanan udara Indonesia sebagai tanggung jawabnya kepada bangsa dan negara. Kedatangan tiga pesawat tempur Sukhoi pada bulan September lalu, sebagai wujud nyata hal itu. Dengan bertambahnya tiga pesawat tempur Sukhoi ini melengkapi kekuatan pesawat tempur Sukhoi yang bermarkas di Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin menjadi sepuluh unit.

Namun, menurut Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, jumlah ini masih belum bisa dikatakan memadai untuk memberikan daya tangkal pertahanan udara wilayah Indonesia yang demikian luas. Apalagi jika dibandingkan dengan Negara Malaysia dan Singapura yang mempunyai luas wilayah lebih kecil dari Indonesia. Malaysia memiliki 18 pesawat Sukhoi, dan Singapura memiliki 24 pesawat F-15. Untuk itu, Angkatan Udara sudah mengajukan penambahan enam Sukhoi lagi dan konon telah mendapat persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pascareformasi TNI terus berbenah diri menuju perannya sebagai alat Negara yang menjalankan keputusan politik negara. TNI yang profesional adalah muaranya. Namun demikian, mewujudkan TNI profesional tidak bisa dilakukan hanya oleh TNI sendiri. Negara dan seluruh komponen bangsa berperan untuk itu. Dirgahayu TNI!

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel