Berita Kotama

Sugiri Sukani sbg Dan Resimen Tim PGT

Dibaca: 396 Oleh 16 Jan 2010Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

SUGIRI SUKANI SEBAGAI KOMANDAN RESIMEN TIM PERTEMPURAN PASUKAN GERAK CEPAT (RTP PGT)

Dalam rangka membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda, maka atas perintah MEN PANGAU dibentuklah Resimen Tim Pertempuran Pasukan Gerak Tjepat (RTP PGT), Sugiri Sukani diangkat sebagai Komandan Resimen dengan pangkat Kapten Udara dan membawahi Dua Batalyon, yang markasnya berkedudukan di Bandung.

Untuk merebut kembali wilayah Irian Barat kepangkuan Republik Indonesia, maka pada tanggal 29 Desember 1961 keluarlah Komando Presiden dengan nama Tri Komando Rakyat (Trikora).

Dalam perjuangan pembebasan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda, Kapten Udara Sugiri Sukani selaku Komandan Resimen RTP PGT, pada tanggal 23 April 1962 memberangkatkan satu tim PGT yang beranggotakan 15 orang bersama-sama dengan RPKAD, hal ini merupakan penerjunan yang pertama kali di daerah Irian Barat.

Pada tanggal 19 Mei 1962 dilaksanakan penerjunan yang kedua, sedangkan penerjunan yang ketiga dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 1962 dan penerjunan-penerjunan selanjutnya tetap berjalan sampai Irian Barat kembali kepangkuan Republik Indonesia.

Baca juga:  Sidang Pantukhirda Calon Tamtama 2019 di Lanud Sultan Hasanuddin

Pada tanggal 3 Mei 1964 dicetuskan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) oleh Presiden / Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, sebagai puncak dari politik konfrontasi terhadap Negara Federal Malaysia, karena Malaysia telah melanggar persetujuan Manila (Manila Agreement).

Dengan adanya politik konfrontasi ini, maka resimen PGT dibawah pimpinan Sugiri Sukani ditugaskan untuk melakukan kegiatan-kegiatan antara lain :

1. Pada tanggal 31 Januari 1964, melakukan penyebaran pamflet di Kalimantan Utara dengan menggunakan pesawat C-1308.

2. Pada bulan April 1964, mempersiapkan 2 (dua) kompi PGT untuk melaksanakan tugas operasi.

3. Pada tanggal 17 Agustus 1964, memerintahkan satu peleton PGT untuk masuk ke daerah Malaysia melalui laut dari Tanjung Balai Karimun.

Pada tanggal 2 September 1964, merupakan tanggal yang tak dapat dilupakan oleh segenap Pasukan Gerak Tjepat (PGT) karena pada tanggal tersebut diantara tiga pesawat yang diberangkatkan untuk melaksanakan tugas, satu diantaranya tidak mencapai sasaran dan tidak kembali ke pangkalan.

Dalam pesawat yang hilang terdapat Letnan Kolonel Sugiri Sukani dan Letnan Udara I Suroso dan diduga pesawat tersebut jatuh ke laut.

Baca juga:  Kita Harus Waspadai Dan Cegah Dini “Cyber Narcoterorism”

Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya beberapa suku cadang pesawat yang setelah diteliti oleh Perwira Teknik Skuadron Udara 31 ternyata benar. Akhirnya pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa Letnan Kolonel Sugiri Sukani dan Letnan Udara I Suroso beserta seluruh awak pesawat dinyatakan gugur sebagai pahlawan.

Untuk mengabadikan nama Komandan Resimen Tim Pertempuran Pasukan Gerak Tjepat yang pertama, maka nama almarhum Sugiri Sukani dijadikan sebagai nama Pangkalan Udara di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel