Berita

Sunyi Senyap Di Sekitar Lanud Ngurah Rai

Dibaca: 149 Oleh 23 Mar 2015Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Bali sebagai pulau Dewata menyimpan sejuta pesona, dimana adat istiadat dan budaya yang kental menjadi nilai tambah untuk pulau ini. Sabtu, 21 Maret 2015 seluruh masyarakat Hindu khususnya warga Lanud Ngurah Rai yang beragama Hindu merayakan hari raya nyepi yang jatuh pada tahun saka 1937.

Banyak hal menarik yang berhubungan dengan perayaan hari raya nyepi. Dimana pada hari tersebut semua kegiatan perdagangan, perkantoran, angkutan darat dan perusahan pelayaran berhenti secara total, bahkan bandara internasional I Gusti Ngurah Rai tutup selama 24 jam dan stasiun televise berhenti tayang. Hanya rumah sakit yang bisa beroperasi, itupun jika dalam keadaan darurat.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah provinsi Bali, khususnya bagi anggota yang bertugas di Pangkalan TNI Angkatan udara Ngurah Rai, hari sabtu tersebut merupakan hari yang suasananya sangat unik berbeda sangat jauh dengan kondisi hari-hari biasanya di Bali. Saat perayaan Nyepi kondisi ini tentu saja membuat Pulau Dewata ini terasa sunyi senyap bagaikan kota mati, salah satunya adalah jalan raya dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju patung kuda atau jalan raya airport, dimana sekitar satu kilometer dari pintu keluar masuk bandara menuju patung kuda tersebut berdiri Gedung Mako dan bangunan komplek perumahan Lanud Ngurah Rai juga kelihatan benar-benar sepi, sunyi dan sama sekali tidak ada suara deru mesin dan lalu lalang kendaraan.

Baca juga:  Lanud Supadio Gelar Lomba Burung Berkicau Se-Kalbar

Semua ruas jalan tersebut menjadi lenggang, tidak ada aktifitas warga sama sekali, padahal jalan ini biasanya ramai dipadati arus kendaraan. Hanya petugas pengamanan adat yang disebut Pecalang yang terlihat sesekali mondar mandir menjadi keamanan lingkungan.

Pemandangan serupa terasa juga di sekitar lingkungan komplek perumahan TNI AU Lanud Ngurah Rai, baik pos jaga mako, pos POM AU, bangunan mess dan semua perumahan komplek. Kepada seluruh penghuninya untuk tidak boleh menyalakan api atau lampu penerang/listrik, tidak boleh lalu-lalang keluar rumah dan bepergian, juga tidak boleh terdengar suara mesin kendaraan, sehingga suasanya sepi dan tenang, ini dilaksanakan untuk menghormati dan menghargai serta menjaga kekhusuan warga Lanud dan sekitarnya yang beragama Hindu dalam rangka melaksanakan Hari Raya Nyepi, kata Danlanud.

Dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1937 , Danlanud Ngurah Rai telah memerintahkan anggota Lanud yang beragama non Hindu pada jam dan lokasi tertentu berjaga-jaga secara bergiliran untuk pengamanan wilayah sekitar komplek perumahan, walaupun diluar komplek sudah ada pengamanan adat.

Baca juga:  64 Club Sepakbola Se-Kalimantan Selatan Ikuti Turnamen “Danlanud Cup IV 2011”

Bahkan pada malam harinya dalam suasana gelap gulita Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto. W. S.Sos., beserta Ketua PIA Ardhya Garini Cab 5/ D II Lanud Ngurah Rai Ny. Dewi Sugiharto, ditemani beberapa pejabat lanud lainya ikut berjaga-jaga di sekitar komplek perumahan warga dan mess.

Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi atau mawas diri terhadap perjalanan selama satu tahun. Dengan harapan apa yang dicapai tahun yang akan datang lebih baik daripada sebelumnya. (Pentak Ngurah Rai)

Suasana sore hari disekitar Mako Lanud jalan raya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sepi sunyi dan sama sekali tidak ada suara deru mesin dan lalu lalang kendaraan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel