TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

SUPER TUCANO UJI KEMAMPUAN DALAM TUTUKA 2013

By 25 Sep 2013Berita
2015-06-02_00002

Pesawat Tempur terbaru milik TNI AU yang mempunyai spesifikasi Anti Gerilya (Counter Insurgency), Pesawat Super Tucano yang dioperasikan Fighter-Fighter Skadron Udara 21 yang bertempat di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, uji kemampuan dalam Latihan Operasi Udara dengan sandi Tutuka 37/ tahun 2013. Sebagai Alutsista andalan TNI AU, sejak kehadirannya di Lembah Bromo, Super Tucano terus diupayakan untuk ditingkatkan kemampuannya agar benar-benar sesuai spesifikasinya. Beberapa waktu lalu super tucano telah melakukan uji kemampuan tembak udara darat dan pengeboman hingga puncaknya dalam Latihan Gabungan TNI yang dihadiri langsung Presiden RI, di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Sebagai bagian dari komponen kekuatan TNI Angkatan Udara, Pangkalan TNI AU Abd Saleh, seiring dengan fungsinya sebagai Pangkalan Induk Super Tucano, dituntut mempunyai kemampuan dalam menyiapkan unsur-unsur di jajarannya, sehingga setiap saat siap untuk melaksanakan tugas Operasi Udara. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan adanya Latihan yang bertingkat dan berlanjut sebagai upaya mengoptimalkan kemampuan TNI Angkatan Udara.

Hari ini, Selasa (24/9) hingga dua hari kedepan, Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh yang mengoperasikan pesawat Super Tucano, ikut andil dalam latihan Tutuka XXXVII tahun 2013 yang di gelar oleh Kodiklat TNI dengan mengerahkan kemampuan Kohanudnas yang mengawaki unsur-unsur pertahanan udara nasional. Fighter-Fighter Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh tersebut diuji kemampuannya sebagai Bulsit yang tergabung dengan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin.

Latihan Tutuka XXXVII tahun 2013 ini melibatkan satuan unsur jajaran TNI dengan tujuan menguji rencana operasi dalam mengukur kesiapsiagaan operasional Kohanudnas dalam melaksanakan pertahanan udara sekaligus mewujudkan sistem pengamatan, penangkalan dan penindakan yang handal terhadap berbagai kontijensi yang perlu diantisipasi dan direspon di wilayah udara nasional Indonesia.

Mengingat pentingnya Latihan Operasi Udara tersebut, Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S.IP menekankan agar seluruh personil yang terlibat dapat melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab dengan tidak meninggalkan faktor Lambangja (Keselamatan Terbang Dan Kerja), sehingga latihan dapat mencapai hasil yang optimal sesuai yang diharapkan serta. tidak terjadi Incident maupun Accident, yang berakibatkan pada hilangnya jiwa manusia maupun kerugian materiil. ”Jadikan latihan sebagai penambah Inspirasi dan Inovasi Baru, yang dapat memberikan peluang bagi awak pesawat untuk semakin mengembangkan kemampuannya dalam penugasan yang sebenarnya.”, demikian lanjut Marsma Gutomo. 

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

SUPER TUCANO UJI KEMAMPUAN DALAM TUTUKA 2013