Berita

“SUPERTUCANO MUDA LAHIR” Letda Richard Dan Letda Pandu Selesaikan Tradisi

Dibaca: 71 Oleh 03 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Letda Pnb Richard Luxy Susanto dan Letda Pnb Putu Pandu Pratama berhasil menyelesaikan Pendidikan transisi VII pesawat Super Tucano. Keduanya berhasil menyelesaikan 92 jam terbang dari persyaratan kelulusan. Letda Richard dan Letda Putu merupakan Alumni PSDP A-28.

Letda Richard Luxcy Susanto merupakan putra Bali yang lahir di Denpasar 24 juni 1991 PSDP A-28. Sedangkan Letda Pnb Putu Pandu Pratama Kelahiran Praya Lombok 24 Juni 1995 PSDP A-28, ”Keberhasilan kedua penerbang muda ini merupakan buah keuletan yang dilandasi motivasi dan semangat juang serta disiplin tinggi selama mengikuti pendidikan”. Demikian dikatakan Danlanud dalam sambutannya. Lebih jauh Marsma TNI Julexi tambayong mengatakan keberhasilan menyelesaikan pendidikan transisi ke VII pesawat Super Tucano menandai bertambahnya kekuatan TNI AU dalam rangka mengemban kedaulatan NKRI diudara.

Paat ini Skadon Udara 21 telah memiliki delapan pesawat, dan sudah resmi menjadi tanggung jawab Skadron Udara 21 baik dalam perawatan maupun pengoperasiannya, lanjutnya. Disamping melaksanakan tugas operasi udara, Skadron Udara 21 juga berkewajiban untuk mendidik para perwira penerbang yang baru melaksanakan tugas di kesatuan ini. Oleh karenanya melalui program konversi maupun transisi ini, Penerbang Skadron Udara 21 akan dididik untuk dipersiapkan dalam proses pengembangan sumber daya manusia, khususnya penerbang pesawat tempur yang handal dan diharapkan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mengoperasikan pesawat Super Tucano di masa mendatang.

Baca juga:  PENYEGARAN KEGURUAN TENAGA PENDIDIK DI WINGDIKTEKKAL

Pendidikan Transisi VII ini dilaksanakan selama 1, 5 tahun mulai dari 3 Februari 2016 sampai 21 Juni 2017. Pendidikan Transisi terdiri dari tiga fase yang akhirnya mahir mengawaki pesawat tempur EMB 314 Super Tucano.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel