Berita

SURVIVORS WING I LANUD HALIM PERDANAKUSUMA MEMASUKI MEDAN LATIHAN DI KALIJATI

Dibaca: 15 Oleh 20 Feb 2014Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Peserta Latihan Survival (survivors) Dasar 2014 dari Wing I Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (18/2) memasuki medan latihan di Desa Jalupang, Kalijati, Subang. Latihan Survival Dasar 2014 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma merupakan program tahunan bertujuan melatih crew pesawat terbang agar mereka mampu bertahan hidup apabila terjadi accident pesawat terbang di wilayah hutan maupun lautan, sebelum datangnya pertolongan dari pasukan kawan.

Rombongan berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta melalui jalan darat, sekitar tiga jam perjalanan dan tiba di lokasi latihan di Lapangan SDN Jalupang, Kalijati Subang pukul 08.00 WIB. Peserta disambut para pelatih dari Batalyon Komando 461 Paskhas dan Kompi Senapan “B” Paskhas Lanud Suryadarma. Selanjutnya setelah melaksanakan senam perengangan, survivors mendapat penjelasan Komandan Latihan Mayor Pnb E. Wisoko A., S.E., M.Si (Han) tentang skenario latihan yang akan dilalui.

Dijelaskannya, seolah-olah 76 orang survivors yang dipecah menjadi 8 regu, pesawatnya jatuh di hutan belantara dan harus meninggalkan pesawat dengan segera karena akan meledak. Untuk itu, dengan membawa perlengkapan yang ada seperti peta, kompas dan perlengkapan diri, survivors harus mencari jalan keluar melewati medan latihan seperti hutan, sungai, menuruni tebing, melakukan perjalanan malam di hutan serta bermalam di hutan.

Baca juga:  PIA AG TERUS BERKIPRAH WUJUDKAN KESEJAHTERAAN

Perjalanan melalui hutan, sungai dan menuruni tebing di siang hari dinamakan latihan kompas siang. Survivors memulai kompas siang di Lapangan Desa Ciwaru dengan melalui Perkebunan Karet di Desa Banggala Mulya, Kalijati berjarak sekitar tiga kilometer. Dalam latihan kompas siang tersebut, Direktur Latihan (Dirlat) Survival Dasar 2014 Kolonel Pnb Y. Aditya Permana yang merupakan Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma turut merasakan medan latihan, dengan menyusuri hutan karet yang semak belukarnya cukup lebat sebelum sampai di Pos I Lapangan Banggala Mulya.

Setelah makan siang, survivors menuju lokasi turun tebing hingga pukul 15.00 WIB di Hutan Jalupang. Kemudian membuat bivak (tenda) untuk bermalam, memasak bekal untuk makan malam. Usai malam tiba, survivors berlatih kompas dan caraka malam tanpa alat penerangan. Sebagai kegiatan akhir di hari pertama adalah praktek night vision google (melihat medan dengan peralatan di malam hari).

Sementara itu, Staf Komando Latihan (Kolat) dipimpin Kolonel Pnb Y. Aditya Permana, usai Sholat Maghrib di Masjid Al Abror Banggala Mulya berbaur dengan masyarakat sekitar untuk berdoa bersama agar Latihan Survival Dasar 2014 berlangsung dengan lancar. Dalam acara yang diisi dengan pemotongan nasi tumpeng tersebut, Dirlat memberikan pula tali asih berupa material bangunan untuk DKM Masjid Al Abror guna membantu renovasi bangunan masjid.

Baca juga:  Peringatan ke-73 Hari Bakti TNI AU, Kasau Sampaikan Makna Sesungguhnya Hari Bakti bagi Prajurit TNI AU

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel