TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Susuri Malang Yogyakarta, Pesawat Avia Singgah di Setiap Sekolah yang Dilalui

By 31 Oct 2017 Berita
logo-tni-au-featured-1600×900

Pesawat legendaris Lyushin II-14 Avia yang akan dimuseumkan menuju Museum Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Minggu malam (28/10) sekitar pukul 22.45 WIB, pesawat legendaris buatan Cekoslovakia itu meninggalkan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang.

Pesawat Avia yang dibongkar sejak 4 bulan yang lalu dan dikerjakan oleh 17 awak dari Skatek 022 dan depohar 30 akhirnya berhasil loading, dengan mengunakan 4 trailler mulai bergerak menuju kota Gudeg Yogyakarta. Rombongan dari Lanud Abdulrachman Saleh menyusuri jalanan menuju Pandaan-Japanan-Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Ngawi-Solo dan Yogyakarta, ami memilih jalan malam untuk menghindari kemacetan” tegas Mayor Wayan Darmadi sebagai Perwira Proyek.

“Sekitar pukul 05.00 WIB sudah sampai di Perak, Kabupaten Jombang, istirahat sebentar sekaligus menghindari kemacetan. Pukul 09.00 WIB jalan kembali”, kata Mayor Sus Hamdi Londong Allo, Kepala Penerangan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Senin (30/10). Sepanjang perjalanan rombongan juga mengeducation masyarakat dengan berhenti di sekolah-sekolah yang berada di bahu jalan. Singgah pertama di SD Baitul Azzah Kab nganjuk, di SD ini semua siswa keluar dan diijinkan untuk mendekat dan menaiki pesawat. Semua kru sudah disiapkan untuk menjawab semua pertanyaan dari siswa maupun ibu guru. Singgah kedua didepan SMPN 1 Mejayan Caruban, di SMPN ini semua kru di jamu oleh guru SMP mejayan. “saya sungguh gembira mendapat kesempatan melihat pesawat legendaris Indonesia dari dekat, dan saya janji akan ke Museum Dirgantara mandala Yogyakarta, kalau liburan “ tegas guru pengajar matematika SMPN Mejayan Ngawi. Singgah yang ketiiga dan keempat di Kab Ngawi di SMP 1 Ngawi dan SDN Watualang Ngawi. Seperti di tempat lain semua siswa berhamburan keluar menyaksikan pesawat yang kita usung.

Sementara itu, Mayor Tek I Wayan Adi Dharmadi, ST. MT, Perwira Proyek (Payek) saat dihubungi mengatakan, rombongan hanya berjalan dengan kecepatan sekitar 50 meter per jam. Saat ini sudah berada di Ringroad kota Surakarta, sambil menghindari kemacetan.

Pesawat Lyushin II-14 Avia diboyong melalui jalur darat menuju Museum Perjuangan TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta. Ilyushin II-14 Avia sendiri merupakan pesawat legendaris yang masih tersisa dari 22 yang sudah tidak berwujud lagi. Pesawat merupakan pengadaan periode 1958 sampai 1962-an dari Cekoslovakia. Pesawat dengan bobot 12.600 Kg dan berat saat take off 18.000 Kg itu sudah dissasembling selama 4 bulan terakhir, tepatnya sejak Agustus. Pesawat diangkut dengan 1 truk low bed 12M dan 3 truk Trailler 7 M, 2 truk caraka 1 crane serta 1 kendaraan operasional.

Perjalanan diperkirakan akan ditempuh selama 2 hari, melewati 7 jembatan dengan ketinggian 5 meter. Selain itu juga akan melewati 3 persimpangan flyover tol setinggi 5,30 meter. Diperkirakan tengah malam atau selasa dinihari pesawat Avia sudah berada di Kota Yogyakarta. Menurut rencananya ketika masuk kota Yogyakarta personel akan didukung dari Personel Museum Dirgantara mandala dan perkuatan dari satuan Lanud Adisutjipto.

Boyongnya Pesawat Ilyushin II-14 Avia ke Museum TNI AU Dirgantara Mandala Yogyakarta, sesuai perintah Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk menjadikan sumber sejarah bagi generasi muda. Pesawat ini nyaris terlupakan, Pesawat Avia ini akan melengkapi termasuk 16 yang akan menjadi penghuni baru Museum TNI AU Dirgantara mandala.

 

Kirim Komentar/Pertanyaan

Susuri Malang Yogyakarta, Pesawat Avia Singgah di Setiap Sekolah yang Dilalui