Berita

Tabur Bunga Gugurnya Empat Penerbang

Dibaca: 257 Oleh 21 Mei 2010Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Dalam menjalani tugas pengabdian kepada TNI Angkatan Udara banyak sekali rangkaian kejadian yang masih berkesan dalam ingatan kita. Seperti tragedi yang telah dialami Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Maret 2002, dengan gugurnya empat penerbang Skadron Udara 15 dalam menjalankan misi latihan.

 

Di dalam sebuah misi pada hari Kamis (28/3) pagi itu, akan dilaksanakan Latihan terbang formasi dengan 3 pesawat. Para perwira penerbang yang bertugas pada saat itu adalah, Letkol Pnb Fahru Zaini sebagai Flight Leader, copilot Kapten Pnb Teddy Rizalihadi dengan pesawat TT-5316. Pesawat kedua TT-5310 oleh Kapten Pnb Andis Solichin dan Kapten Pnb Weko Nartomo, sedangkan pesawat ketiga TT-5311 dipiloti oleh Mayor Pnb Syahbudin Nur Hutasuhut dan Kapten Pnb Masrial.

 

Di dalam latihan itulah, dua dari tiga pesawat Hawk yang melakukan terbang formasi, dalam rangkan persiapan peringatan Hari Jadi ke-58 TNI AU, mengalami accident, yaitu pesawat TT-5310 dan TT-5311 bertabrakan saat melakukan maneuver. Di tempat inilah pesawat TT-5311 jatuh dengan kedua penerbangnya harus gugur saat menjalankan tugas yaitu Mayor Pnb (Alm) Syahbudin Nur Hutasuhut dan Kapten Pnb (Alm) Masrial.

Baca juga:  DANWINGDIKUM KUNJUNGI SKADIK 501 DAN 503

 

Sebagai perwujudan penghormatan dan penghargaan kepada keempat penerbang tersebut, Senin, (29/3) Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi mengadakan ziarah tabur bunga dan pembacaan do’a di sekitar jatuhnya pesawat yaitu disekitar Skatek 042 dan areal perkebunan Kacang, yang dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 15, Mayor Pnb Irwan Pramuda dan diikuti seluruh Anggota Skadron Udara 15.

 

Disamping itu ziarah tabur bunga dan pembacaan doa dimaksudkan untuk mengingatkan agar seluruh anggota Lanud Iswahjudi khususnya yang berkecimpung langsung dalam penerbangan agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas serta senantiasa mengedepankan Keselamatan Terbang dan Kerja. Prosedur terbang yang baku benar-benar harus diperhatikan dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga “Zero Accident” dapat diwujudkan.

 

Acara tabor bunga ini dimaksudkan agar seluruh Anggota Skadron Udara 15 dapat mengambil hikmah dan memaknai kejadian tersebut. Dengan harapan para penerbang yang telah mendahului, dapat diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan bagi generasi penerus Skadron Udara 15 dapat selalu mengingat jasa-jasanya dan selalu diberikan keselamatan dalam melaksanakan tugas-tugas di masa mendatang. Disamping itu diharapkan para generasi penerus dapat menunjukkan prestasi yang terbaik pada penugasa-penugasan yang akan datang.

Baca juga:  ITJEN TNI ADAKAN WASRIK DI LANUD ADI SOEMARMO

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel