Berita

Tahun Baru Islam Wahana Evaluasi Diri Anggota Lanud Abd

Dibaca: 2 Oleh 30 Okt 2014Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema di Masjid Baiturrachman pada Kamis pagi Kamis, (30/10) yang dibacakan oleh Serma Hasbi (anggota Senkom Lanud Abd Saleh) mengawali acara peringatan Tahun Baru Islam 1436 Hijriyah yang diikuti oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Sungkono, S.E., M.Si. beserta para pejabat dan anggota Lanud Abd Saleh beserta Insub juga anggota PIA Ardhya Garini Cabang 3 Daerah II Lanud Abd Saleh.

Komandan Lanud Abd dalam sambutannya menjelaskan tentang makna yang terkandung dalam peringatan Tahun Baru Islam, bahwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, dijadikan sebagai awal penanggalan Islam, yang sekarang ini kita peringati sebagai tahun baru Islam dan sudah berumur 1436 tahun. Dengan hikmah hijrahnya Rasulullah SAW itu, kita perlu melakukan evaluasi diri, sehingga dalam kehidupan kita satu tahun yang lalu, baik dari segi ibadah maupun kegiatan lainnya yang belum baik, dapat kita perbaiki di tahun 1436 hijriyah ini, atau dengan kata lain, kita lakukan hijrah dari hal-hal yang kurang baik menuju ke arah yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT.

Baca juga:  PENUTUPAN TAHAP I PASIS SEKKAU A-88

Kiranya harus kita sadari bersama bahwa, disamping sebagai seorang prajurit, kita juga merupakan anggota masyarakat yang membutuhkan kemampuan fisik dan kemantapan jiwa sebagai dasar kehidupan kita. Oleh karena itu, Pimpinan TNI AU secara konsepsional dan terintegrasi, telah melaksanakan pembinaan mental secara berkesinambungan. Upaya nyata Pimpinan TNI AU tersebut harus kita sambut dengan baik, sehingga hasil dari pembinaan mental tersebut dapat diamalkan dan diaktualisasikan dalam perbuatan nyata, baik dalam kedinasan maupun di tengah masyarakat.

Danlanud Abd mengajak kepada hadirin yang hadir pada peringatan Tahun Baru Islam tersebut untuk memahami, bagaimana peristiwa yang melatar belakangi Rasulullah SAW dengan para sahabatnya melakukan hijrah, sehingga dari peristiwa tersebut dapat diambil hikmah dalam menjalani kehidupan sebagai prajurit yang beriman dan bertaqwa dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, untuk memantapkan jati diri prajurit dan juga sebagai umat Islam, sehingga dalam mengemban tugas-tugas negara maupun tugas lainnya sebagai anggota keluarga dan masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Baca juga:  Hut Ke 71 POMAU Di Lanud Rembiga

Sementara K.H. Moh. Kholili Matsari sebagai penceramah dalam peringatan tersebut menekankan tentang solat yang wajib dilakukan oleh umat muslim. Selain itu, ibadah lainnya pun seperti solat sunah, zakat, infak, berbuat kebaikan dan lain sebagainya dapat dilaksanakan secara rutin dan ikhlas agar selamat di dalam menjalankan hidup di dunia dan di akherat. Disampaikan pula kerugian yang didapati umat muslim bila membuat tato pada tubuhnya sangatlah besar. Yakni, meski semua ibadah yang dilakukan sudah baik, namun karena satu titik tato di wajahnya yang dimaksudkan untuk mempercantik diri, itu akan menyebabkan ditolak masuk syurga. Oleh karenanya KH. Kholili mengajak agar kita berhijrah dari hal-hal yang dianggap sepele menuju pola hidup yang sebenarnya sebagaimana dituntunkan Rasululloh Saw,

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel