Berita

Taruna Terima Kuliah Umum Tentang OJK dan Kebudayaan

Dibaca: 2 Oleh 19 Mar 2015Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) DIY dan Taman Wisata Candi Prambanan dan Borobudur memberikan kuliah umum kepada para Taruna di Gedung Sabang Merauke (GSM) Akademi Angkatan Udara (AAU), Rabu (18/3).

Kuliah umum yang diikuti oleh 216 Taruna AAU tingkat II, III dan IV serta seluruh pejabat dan Dosen AAU ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari para Taruna mengenai lembaga OJK serta warisan budaya di Indonesia.

Gubernur AAU Marsda TNI Sugihardjo, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dari OJK DIY serta Taman Wisata Candi Prambanan dan Borobudur di AAU yang telah hadir di AAU untuk memberikan kuliah umum kepada para Taruna AAU.

“Dengan adanya sosialisasi dari OJK tentunya akan membuka lebih luas wawasan kita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan jasa keuangan di sektor perbankan, sektor pasar modal, dan sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB)”, lanjut Gubernur.

Sedangkan berkaitan dengan budaya Indonesia, Gubernur mengatakan bahwa kita sebagai sebuah bangsa harus bangga dengan budaya yang dimiliki, jangan sampai budaya yang kita miliki justru hilang digerogoti peradaban asing, yang pada akhirnya justru budaya kita akan dikenal di negara orang.

Baca juga:  KOMANDAN LANUD IKUTI LATIHAN MENEMBAK

Dengan tema “Sosialisasi Dan Literasi Otoritas Jasa Keuangan”, Dani Surya Sinaga, S.E.,M.M dari OJK DIY memberikan penjelasan yang mendetail tentang kedudukan, tugas serta fungsi dari OJK.

“Tingkat Literasi yang diharapkan dari masyarakat adalah nantinya masyarakat Indonesia dapat memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan”, tambahnya.

Sementara itu Drs. Muhammad Taufik, M.Hum dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta saat kuliah umum mengatakan bahwa cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting.

Ditambahkan olehnya pelestarian cagar budaya menjadi sebuah upaya penting untuk mempertahankan keberadaan cagar budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya.

Berlangsung selama hampir tiga jam, kegiatan ini diisi juga dengan sesi tanya jawab yang tentunya dapat memberikan keluasan wawasan serta pandangan seluruh peserta yang hadir akan bidang keuangan serta kebudayaan.

Baca juga:  Pangkoopsau II Memberikan Arahan Kepada Para Awak Pesawat Di Jajajran Koopsau II

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel