Berita

TEAM ASSET TNI AU UPAYAKAN PENYELESAIAN ASSET TANAH TNI AU DI LANUD PALEMBANG DAN BENGKULU SELATAN

Dibaca: 24 Oleh 20 Jul 2012Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Team Asset TNI AU terdiri Kadisfaskon Marsma TNI Noer Arifin, Kadiskum Marsma TNI Krismaranto, SH.MH. disertai beberapa pejabat terkait dari Mabes TNI AU dan Koopsau I serta team asset Lanud Palembang dipimpin Komandan Lanud Letkol PNB Adam Suharto, dalam upaya menyelesaikan permasalahan asset tanah TNI AU serta asset-asset lain, selama dua hari secara maraton melaksanakan pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak yang bersinggungan guna pembicaraan membahas tentang permasalahan-permasalahan yang timbul kepermukaan, Kamis (19/7).

Agenda hari pertama, Rabu (18/7), dilaksanakan pertemuan rapat antara team asset TNI AU dipimpin Kadisfaskon, Kadiskum dengan team Angkasa Pura (AP) II dipimpin Direktur Keuangan AP II, V. Manurung didampingi GM. Bandara Int’l SMB II Palembang disertai beberapa staf terkait di Ruang Rapat Musi Bandara. Pada pertemuan rapat ini selain disampaikan sosialisasi kesepakatan penggunaan bersama Pangkalan Udara dengan Bandar Udara oleh team asset TNI AU juga dibahas tentang proses lanjutan mengenai kejelasan status dan rencana kedepan terminal bandara lama yang bangunan fisiknya berdiri diatas tanah TNI AU dan sudah tidak difungsikan lagi bahkan seolah dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun yang akhirnya berujung pada pemutusan seluruh system yang ada termasuk yang berkaitan dengan kepentingan TNI AU. Kondisi lapangan itu akhirnya mengakibatkan terganggunya pelaksanakan salah satu tugas pokok Lanud Palembang khususnya dalam mendukung operasi penerbangan karena diputusnya secara sepihak dan menyeluruh terhadap aliran serta system yang berhubungan dengan sarana lampu penerangan baik untuk penerangan saat malam hari maupun lampu rambu-rambu apron terminal bandara lama tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak TNI AU khususnya Lanud Palembang sebagai pengguna langsung. Dengan adanya permasalahan yang timbul dilapangan tersebut, akhirnya dalam agenda rapat disepakati bersama kedua pihak dan kedepan akan sesegera mungkin untuk mengatasinya. Sedang nasib terminal bandara lama yang kini total terbengkelai, juga dimunculkan dalam pembahasan rapat dimana permasalahan akan digodok ditingkat pusat yang tentunya akan melibatkan berbagai pihak terkait diantaranya Kementrian Keuangan, Perhubungan, BUMN, TNI AU dan Angkasa Pura sehingga diharapkan sesegera mungkin dapat diselesaikan secara tuntas.

Memasuki hari kedua, kamis (19/7), bertempat di ruang rapat Binayudha Lanud Palembang, team asset TNI AU juga menerima rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan disertai Wakil Bupati dan beberapa pejabat Pemerintah Daerah terkait. Pada rapat ini dibahas tentang asset tanah TNI AU Lapter I dan Lapter II yang berada di wilayah tersebut setelah sebelumnya disampaikan secara rinci tentang situasi terakhir di lapangan. Dalam pembahasan-pembahasan yang berlangsung Wabub menyampaikan bahwa untuk Lapter II selain telah berdiri kantor-kantor pemerintahan kabupaten termasuk kantor Bupati juga terdapat masyarakat yang tinggal menetap di wilayah tersebut dan meminta agar TNI AU dapat melepaskan asset Lapter II dengan sepakat penggantian lokasi. Menjawab missi kunjungan yang disampaikan Wabub tersebut, team asset TNI AU menyampaikan bahwa Inventaris Kekayaan Milik Negara (IKMN) milik TNI AU, Lanud Palembang maupun Mabes TNI AU tidak mempunyai kewenangan untuk memutuskan. Selain itu dalam penyampaiannya juga ditambahkan bahwa pada renstra 2015-2019 di lokasi Lapter I dan II tersebut, guna mendukung tugas pokok TNI AU yang berkaitan dengan operasi penerbangan, akan dibangun Satuan Radar TNI AU yang disambut positif oleh Komisi B, Wabup beserta seluruh rombongan. Untuk pelaksanaannya dalam waktu dekat Lanud Palembang segera akan menindaklanjuti dengan turun kelokasi dan kemudian bersama-sama Pemda setempat akan membentuk sebuah team kecil untuk membuat sebuah Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dimana draf yang terbentuk nantinya akan dibawa ke Mabes TNI AU. Dan dengan rencana TNI AU kedepan itu, disampaikan pula agar Pemda setempat agar dapat mengendalikan pembangunan diatas asset tanah TNI AU tersebut baik yang yang dilakukan oleh Pemda maupun masyarakat. Selesai acara di Binayudha, team asset TNI AU selanjutnya menuju Kantor Walikota Palembang yang diterima langsung oleh Walikota H. Eddy Santana Putra untuk mensosialisaikan tentang rencana pembangunan lapangan golf di Lanud Palembang.

Baca juga:  PIA AG LANUD HANANDJOEDDIN LAKSANAKAN ZIARAH KE TMP, DAN ANJANGSANA KE PANTI ASUHAN

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel