Pengunjung Website
Hari Ini: 16
Minggu Ini: 88
Bulan Ini: 65
Tahun Ini: 593,789

Dispsiau

Marsma TNI Zamzani, S.Psi., M.Si.

Kepala Dinas Psikologi TNI AU

Lahir di Bantul pada tanggal 5 Juni 1971. Diterima SEPA PK tahun 1996. Sekkau tahun 2007, Seskoau tahun 2011. Selanjutnya, pada tanggal 24 Juli 2024 dilantik menjadi Kepala Dinas Psikologi TNI AU sampai sekarang.

VISI:

        1. Menjadi Pusat Rujukan Psikologi Penerbangan Nasional.

MISI:

  1. Melaksanakan Pembinaan Psikologi dan Operasi Dukungan di TNI AU/TNI.
  2. Melaksanakan seleksi, klasifikasi, dan evaluasi psikologi demi terwujudnya kualitas personel TNI AU yang handal dan profesional.
  3. Meningkatkan kualitas penelitian dan pengembangan psikologi penerbangan.
  4. Mengembangkan metode dan material khusus sesuai perkembangan psikologi penerbangan.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan psikologi untuk TNI AU dan keluarga serta masyarakat umum.

Sejarah Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara (TNI AU)

Sejarah Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara (TNI AU) berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Unsur udara dalam BKR mulai berkembang dengan munculnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 10 Oktober 1945, yang kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) Angkatan Udara pada 9 April 1946. Seiring dengan upaya memperkuat pertahanan udara nasional, TNI AU berupaya meningkatkan sumber daya manusia dalam aspek psikologis, yang kemudian melahirkan Dinas Psikologi TNI AU (Dispsiau).

Bidang psikologi penerbangan mulai berkembang pesat sejak Perang Dunia II, ketika kebutuhan akan penerbang meningkat. Penelitian mengenai seleksi dan pelatihan penerbang dilakukan, seperti proyek "Pensacola Project" di tahun 1940-an. Studi psikologi penerbangan terus berkembang, termasuk penggunaan flight simulator dan analisis faktor manusia dalam desain pesawat. Ilmu ini kemudian diadopsi oleh berbagai angkatan udara dunia, termasuk TNI AU, dalam mendukung seleksi dan kesiapan mental penerbang.

Pembentukan Dinas Psikologi TNI AU bermula pada 1 Agustus 1951, ketika tiga personel dari Lembaga Psikoteknik Tentara (LPT) Angkatan Darat dialihkan ke Angkatan Udara. Meskipun awalnya masih terbatas dan bergantung pada Angkatan Darat, lembaga ini secara resmi berdiri dan mulai berperan dalam mendukung seleksi dan pembinaan personel TNI AU. Sejak saat itu, tanggal 1 Agustus diperingati sebagai hari jadi Dispsiau.

Organisasi Dispsiau terus mengalami perkembangan. Awalnya berada di bawah Jawatan Kesehatan Penerbangan, Dispsiau kemudian meningkat statusnya menjadi Pusat Psikologi pada 27 Juli 1966, lalu menjadi Jawatan Psikologi pada tahun 1968. Pada 1976, statusnya berubah menjadi Dinas Psikologi, yang kemudian mengalami perubahan kembali akibat reorganisasi ABRI pada tahun 1985. Namun, peran dan tanggung jawabnya terus berkembang, dan pada tahun 2003 statusnya kembali ditingkatkan menjadi Dinas Psikologi sebagai Badan Pelaksana Pusat Mabes TNI AU.

Dalam operasionalnya, Dispsiau mengalami berbagai perkembangan infrastruktur. Awalnya, kantor Dispsiau berada di Bandung dan berbagi fasilitas dengan LPT. Seiring waktu, kantor Dispsiau berpindah ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan terus mengalami peningkatan fasilitas, termasuk laboratorium psikologi penerbangan yang dibangun pada tahun 2005. Gedung baru yang lebih representatif diresmikan pada tahun 2008 untuk menunjang tugas Dispsiau dalam mendukung pengembangan SDM TNI AU.

Sejak awal, Dispsiau hanya diawaki oleh tiga personel pindahan dari Angkatan Darat. Seiring waktu, personel bertambah melalui program tugas belajar dan rekrutmen baru. Dispsiau juga mengirim personelnya ke luar negeri untuk memperdalam ilmu psikologi penerbangan. Selain itu, pendidikan khusus bagi bintara tester dan pembinaan perwira psikologi semakin diperkuat agar dapat memenuhi kebutuhan TNI AU yang terus berkembang.

Peran Dispsiau dalam operasi militer sangat signifikan. Selain mendukung kesiapan mental prajurit dalam berbagai operasi seperti Trikora, Dwikora, dan pemberantasan DI/TII, Dispsiau juga berperan dalam rehabilitasi psikologi bagi anggota yang mengalami trauma akibat perang. Dukungan psikologi juga diberikan dalam bentuk Psychological Warfare (Psy War) dalam operasi di Aceh dan berbagai konflik lainnya untuk meningkatkan moral prajurit dan membantu proses reintegrasi mantan kombatan ke masyarakat.

Di era milenium, Dispsiau semakin berkembang dengan penambahan fasilitas modern seperti Assessment Center dan sistem tes berbasis komputer untuk seleksi penerbang. Pembangunan gedung baru dan peningkatan fasilitas seperti laboratorium psikologi penerbangan menunjukkan komitmen TNI AU dalam mengembangkan psikologi militer. Dengan peran yang semakin luas, Dispsiau terus berinovasi untuk memastikan kesiapan psikologis personel TNI AU dalam menjalankan tugas negara.

  1. Kolonel DK Wirjawan (1951 - 1975).
  2. Kolonel Kes Efram Harsana (1975 - 1977).
  3. Kolonel Kes dr. Wijoto Subagio (1977 - 1979).
  4. Kolonel DK Soewarno (1979 - 1981).
  5. Marsma TNI Bambang Koentjoro (1981 - 1984).
  6. Kolonel Kes Doso Satopo (1984 - 1988).
  7. Kolonel Kes Dr. Suryanto (1988 - 1990).
  8. Letkol Kes Drs. H. M. Bachrun (1990 - 1991).
  9. Kolonel Kes Drs. CH. Hareva (1991 - 1996).
  10. Kolonel Kes Drs. Budiman Zainuddin, M.M. (1996 - 2000).
  11. Kolonel Kes Drs. Prasetyo (2000 - 2003).
  12. Marsma TNI Drs. Prasetyo (2003 - 2005).
  13. Marsma TNI Drs. H. Budiman Zainuddin, M.M. (2005 - 2007).
  14. Marsma TNI Drs. Ahadijat (2007 - 2012).
  15. Marsma TNI Drs. H. Herry Hermawan A., M.M. (2012 - 2014)
  16.  Marsma TNI Drs. Bagyo Purwanto (2014 - 2015).
  17. Marsma TNI Dr. Sukmo Gunardi (2015 - 2020).
  18. Marsma TNI Drs. Laksana Heryanto (2020 - 2022).
  19. Marsma TNI Dra. Sri Hastuti Handayani (2022 - 2024).
  20. Marsma TNI Zamzani, M.Si. (2024 -  sekarang)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       )