Berita

Terbang Solo, Proses Pembentukan Penerbang Muda

Dibaca: 28 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Setelah tertunda beberapa pekan karena keadaan cuaca yang tidak memungkinkan, akhirnya dua penerbang muda Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi masing-masing Letda Pnb Pujo Setyo Anggoro dan Letda Pnb Alipian Adista Rindiasta dinyatakan lulus terbang solo oleh Komandan Skadron Udara 14, Mayor Pnb Budi Achmadi, Rabu (19/5).

 

Dalam uji terbang solo ini, kedua penerbang melakukan berbagai manuver seperti candle, lazy eight, vertikal, loop, cobain eight, pattern dan sebagainya, dilaksanakan diatas ketinggian 10.000 sampai 15.000 kaki di atas wilayah Kediri, Nganjuk, Kertosono dan Tulungagung dengan kecepatan bervariasi antara 25 sampai 450 knots.

 

Seusai mendarat kedua penerbang menjalani upacara tradisi berupa pemecahan telor di atas kepala, dilanjutkan penyiraman air kembang oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto disaksikan para pejabat Lanud Iswahjudi, para penerbang dan teknisi. Upacara tradisi tersebut merupakan simbol bermakna lahirnya penerbang muda tempur serta wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah mampu melaksanakan terbang solo.

Baca juga:  Drum Band AAU Getarkan Mataram

 

Letda Pnb Pujo Setyo Anggoro merupakan putra kelahiran Madiun 24 tahun yang lalu dengan orang tua Sutarman dan Tupri, sedangkan Letda Pnb Alipian Adistia Rindiasta putra kelahiran Magetan tahun 1986 dari pasangan Sri Wuryanto dan Sri Murdiastuti, merupakan alumnus AAU 2007 dan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 78 tahun 2009,

 

Dengan keberhasilan terbang solo tersebut, total jam terbang yang diperoleh Letda Pnb Setyo Pujo Anggoro 260 jam, sementara Letda Pnb Alipian Adista Rindiasta 242 jam terdiri atas pesawat AS-Bravo, T-33 Charlie dan F-5/Tiger II.

 

Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto pada kesempatan tersebut mengatakan terbang solo merupakan salah satu proses siklus pembinaan dan pembentukan penerbang muda, sehingga nantinyta akan menambah kekuatan penerbang di jajaran TNI AU serta sebagai langkah awal dalam menjalankan tugas pengabdian selanjutnya. Untuk itu harus terus belajar dan belajar sebab masih banyak latihan yang akan dilalui pada tahap selanjutnya.

 

”Dengan mengawali terbang solo ini, diharapkan nantinya mampu menjadi penerbang yang profesional dan dapat mengatasi berbagai rintangan yang merupakan wujud pertanggungjawaban pengabdian sebagai penerbang tempur TNI AU”, jelasnya.

Baca juga:  Jangan Takut Sebab Ada Tuhan

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel