Berita

TERORIS LEDAKKAN PESAWAT DI BANDARA SUPADIO

Dibaca: 6 Oleh 05 Nov 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Teroris berhasil menyusup ke Bandara Supadio dan berulah dengan granat yang dilemparkan ke pesawat Boing 737-300 milik maskapai penerbangan Batavia Air Lines yang saat itu sedang taxi di Bandara Supadio, Pontianak, Kamis 4 November 2010. Terlihat di sebelah kanan pesawat tepatnya pada engine terdapat kepulan api dan asap yang membumbung tinggi yang mengakibatkan kerusakan engine pesawat. 

Bunyi sirine mengalun selama satu menit yang menandakan adanya pesawat dalam keadaan emergency. Pesawat langsung diarahkan ke run way 15, kemudian masing-masing petugas melaksanakan fungsi masing-masing.

Petugas pengamanan Bandara Supadio berhasil membekuk teroris yang berusaha untuk meledakkan pesawat tersebut. Sementara itu Tower Bandara Supadio langsung menyampaikan berita kejadian tersebut ke Briefing Office yang ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas penolong. Kendaraan PK Lanud Supadio dan PK Bandara Supadio bersama-sama untuk memadamkan api sedangkan ambulance Rumkit Lanud Supadio meluncur kearah TKP untuk memberikan pertolongan kepada penumpang pesawat bersama-sama dengan tim BASARNAS Pontianak. Personel pengamanan langsung menuju ke TKP untuk mengamankan TKP.

Baca juga:  Taklimat Awal Wasrikkap Itjenau TA.2020 di Kohanudnas dan Jajaran

Tim penolong melaksanakan evakuasi korban ke tempat yang aman dan diadakan tindakan medis oleh personel Rumkit Lanud Supadio, yang dibedakan menjadi 3 tempat yaitu tempat yang dipasang bendera warna hijau untuk evakuasi korban yang selamat, bendera warna kuning untuk evakuasi korban luka-luka yang memerlukan perawatan dan bendera warna merah tempat evakuasi korban yang meninggal dunia.

Rangkaian peristiwa di atas merupakan simulasi latihan penanggulangan gawat darurat dan Crash Team “Avia Khatulistiwa” 2010 di Bandara Supadio, yang diikuti oleh beberapa unsur Pangkalan TNI AU Supadio dan PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio.

Latihan ini bertajuk “Avia Khatulistiwa 2010” dengan melibatkan 50 personel dari Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas serta personel dari Bandara Supadio Pontianak, ungkap Kapten Tek Anung Februariyanto yang merupakan salah satu peserta latihan.

Menurut Kadisops Lanud Supadio Letkol Pnb Ir. Bob Henry Panggabean selaku penanggungjawab latihan, mengatakan bahwa latihan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang latihan penanggulangan gawat darurat dan latihan crash team dengan tujuan agar sewaktu-waktu terjadi kejadian yang sebenarnya personel Lanud Supadio dan Bandara Supadio dapat melaksanakan tindakan penanggulangan, sehingga dapat mengurangi kerugian personel maupun materiil yang diakibatkan oleh accident/incident pesawat TNI AU maupun penerbangan sipil di Bandara Supadio.

Baca juga:  HUT Ke-71 TNI AU Dandepohar 30 Pimpin Ziarah

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel