Berita

“THE FUTURE WAR” PERLU DENGAN PENANGANAN “SMART POWER”

Dibaca: 3 Oleh 18 Jul 2011Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Pergeseran paradigma dari perang konvensional menjadi perang di segala aspek kehidupan yang dikenal dengan istilah “The Future War” maka diperlukan paradigma baru pula untuk menanganinya, yaitu dengan cara yang jauh lebih efisien namun dengan kerusakan yang lebih dasyat yaitu dengan soft power dan smart power.

Menurut Panglima TNI, perubahan dan pergeseran paradigma-paradigma tersebut mengakibatkan munculnya berbagai benturan serta konflik kepentingan yang disertai perubahan hakekat ancaman menjadi multi dimensial dan multi kompleks.

Hal tersebut menurut Panglima TNI juga memerlukan paradigma baru untuk menanganinya dimana pola penanganannya berbeda dengan pola-pola sebelumnya dan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh TNI. Demikian, amanat Panglima TNI pada upacara bendera 17-an yang dibacakan Kepala Dinas Logistik, Kolonel Tek Hanafi di lapangan Dirgantara, Senin (18/7).

Dikatakan pula bahwa perubahan paradigma lama Dwi Fungsi TNI sebagai kekuatan Pertahanan Keamanan dan social politik telah berubah menjadi dwi misi yaitu kekuatan TNI untuk tugas perang dan tugas operasi selain perang.

Baca juga:  Lanud Iskandar Laksanakan Simulasi Menghadapi Bencana Banjir

Selanjutnya untuk menghindari pemalsuan dokumen seperti yang terjadi akhir-akhir ini akibat dari kemajuan teknologi yang semula diciptakan untuk mempermudah pekerjaan tetapi belakangan ini telah disalah gunakan untuk tujuan kejahatan. Dalam kaitan tersebut Panglima TNI menekankan agar para Kasatker senantiasa melakukan pengawasan melekat serta mewaspadai kemungkinan pemalsuan dokumen yang dapat merugikan Satker maupun institusi TNI.

Keterangan Gambar : Kadislog Lanud Iswahjudi, Kolonel Tek Hanafi selaku Irup melakukan penghormatan kepada Sang Merah Putih pada Upacara Bendera Tujuh Belasan di Lapangan Dirgantara, Senin, (15/7). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi).

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel