Berita

Thunder Aerobatik Team Memukau Masyarakat Makassar

Dibaca: 11 Oleh 20 Sep 2011Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Tiga Pesawat Thunder Aerobatic Team dengan Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Minggu (18/9) memukau masyarakat Kota Makassar yang memadati sepanjang Pantai Losari Makassar dalam rangkaian penutupan kegiatan Makassar International Parachuting Accuracy Water Landing dan Boogie Jump 2011 serta Festival Budaya dan Bahari Makassar yang berlangsung Tanggal 11 s.d 18 September 2011 di Ajungan Pantai Losari Makassar Sulawesi Selatan oleh Walikota Makassar Ilham Arief Siradjudin.

Kegiatan yang menyedot perhatian dan sambutan hangat masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya tersebut dihadiri oleh Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Ismono Wijayanto, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim, Komandan Lantamal VI Brigjen TNI (Mar) Chaidier Pattonory dan Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Kolonel Pnb Mujianto, serta Para Pejabat TNI ,Polri dan Pemda setempat.

Dalam kegiatan Aerobatik Udara, Thunder Aerobatic Team yang dibentuk pada tanggal 28 Februari 2011 di Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin tersebut melibatkan beberapa penerbang Tempur Sukhoi 27/30 , menampilkan beberapa manuver aerobatik udara yang dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb Untung Suropati dengan Call Sign Giant bertindak sebagai Thunder 1, Pilot Alumnus AAU tahun 1994 mengantongi 700 jam terbang pesawat Tempur Sukhoi. Sebagai Thunder 2 adalah Mayor Pnb Vincentius Endy Hadi Putra dengan Call Sign Hunter merupakan Alumnus AAU tahun 1997 , mengantongi 400 jam terbang Pesawat Sukhoi, sedangkan Thunder 3 adalah Mayor Pnb Dedy Ilham Suryanto Salam dengan Call Sign Cruiser merupakan Alumnus AAU tahun 1995, mengantongi 600 jam terbang Pesawat Sukhoi.

Baca juga:  Danlanaud Adi Sambut Kedatangan RI 1

Setelah beberapa saat pembawa acara mengumunkan adanya Thunder Aerobatic Team yang akan menampilkan manuver aerobatik kelas dunia dengan pesawat generasi terbaru Sukhoi 27 dan Pesawat Sukhoi 30 , tiba-tiba muncul dari arah utara podium tiga pesawat tempur Sukhoi 27/30 dengan ketinggian 150 meter diatas permukaan tanah, dengan kecepatan 750 Km/Jam melaksanakan formasi Trail, dimana pesawat membentuk formasi bertingkat lurus sebidang dari atas kebawah. Belum selesai tepuk tangan gemuruh para penonton memberikan aplaus kepada Thunder Aerobatik Team yang memukau masyarakat Kota Makassar , disuguhi lagi manuver berikutnya yaitu pesawat berbelok dan berputar 180 derajat melaksanakan manuver Echelon untuk kembali melintas di depang podium dengan suara menggelegar tersentak kaget para penonton yang dengan serius menyaksikan satu demi satu manuver Thunder Aerobatic Team.

Selanjutnya gerakan-gerakan aerobatik udara melaksanakan manuver Inverted To Inverted yaitu manuver di mana dua pesawat terbang terbalik dan akan berputar kembali terbalik hanya dalam waktu satu detik, disusul dengan manuver Double Knife Edge yang melintas di podium dalam posisi miring dan saling menyilang, lagi-lagi mendapat sambutan meriah para penonton, dengan diiringi tepuk tangan meriah setelah pembawa acara menyampaikan bahwa salah satu penerbang yang sedang melaksanakan aerobatik di udara, Mayor Pnb Dedy Ilham Suryanto adalah putra daerah alumnus SMA Makassar tahun 1992.

Baca juga:  PIA AG CABANG 19/D.I LANUD SUPADIO “ARISAN”

Manuver-manuver berikutnya adalah manuver Callypso, manever ini mempunyai tingkat kesulitan tersendiri, karena salah satu pesawat akan terbang terbalik sementara lainnya akan terbang mengikuti dalam formasi, selanjutnya pesawat melaksanakan manuver Cuban 8 yaitu pesawat akan berputar membentuk lingkaran dan akan berbalik arah ketika menghujam ke bawah, dan manuver yang merupakan akhir dari beberapa manuver adalah manuver dari arah depan podium Thunder 1 dan Thunder 3 menampilkan manuver Roll Slide yaitu pesawat akan terbang bertukar posisi dengan cara berputar melingkar, kembali tepuk tangan meriah para penonton.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel