Pustaka

TIM AEROBATIC TNI ANGKATAN UDARA

Dibaca: 209 Oleh 03 Feb 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

TIM AEROBATIC TNI ANGKATAN UDARA

Dalam perayaan hari ulang tahun TNI AU ke-65 pada tanggal 9 April 2011 lalu, TNI AU mengaktifkan kembali tim aerobatic udaranya. Dua tim sekaligus beraksi yaitu Jupiter Aerobatic Team (JAT) dan Thunder Aerobatic Team. Di tengah keterbatasan alutsista TNI AU saat ini, tampilnya 2 tim aerobatic udara yang tampil memukau dalam acara tersebut memberi semangat baru bagi TNI AU. 

JUPITER dan THUNDER Aerobatic Team 

Ini adalah tampilan perdana bagi Jupiter Aerobatic Team maupun Thunder Aerobatic Team, setelah kegiatan tim aerobatic TNI AU sempat vakum selama kurang lebih satu dekade. Hal ini merupakan akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan yang berdampak pada tingkat kesiapan pesawat yang minim.

Sekilas Lintas Sejarah JUPITER Aerobatic Team (JAT) 

TIM AEROBATIC TNI ANGKATAN UDARA

Tim yang dirintis tahun 1996 ini pertama kali menggunakan 4 buash pesawat Hawk MK-53. Memulai debutnya dengan tampil di pangkalan-pangkalan TNI AU dalam acara Pelangi Nusantara. Selain itu tampil dalam acara-acara khusus seperti sertijab Komandan Pangkalan, bahkan dalam peresmian Lanud Iskandar Muda. 

Pada tahun 1997 berkesempatan tampil dalam peringatan hari ulang tahun ABRI ke 52 yang dipusatkan di Jakarta. Tim generasi pertama ini berhasil menampilkan 12 manuver dengan 6 pesawat yang tentu saja hal ini menjadi prestasi tersendiri. Dengan keberhasilannya saat tampil dalam event-event yang bersifat nasional, JAT telah mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah TNI Angkatan Udara. Penampilan spektakuler lain yang bersifat nasional adalah dalam acara HUT TNI AU di Halim Perdana Kusuma pada tahun 2000. Tim dengan personel baru tersebut mampu menampilkan manuver-manuver yang memukau banyak orang. 

Setelah tahun 2000, kesiapan pesawat MK-53 sangat menurun sehingga kiprah Jupiter Team pun terhenti. Namun dengan semangat yang berkobar, para penerbang TNI AU tetap gigih memperjuangkan keberadaan tim aerobatic kebanggaan. Dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran pada waktu itu, maka pada tahun 2001 dibentuklah tim gabungan yang terdiri dari 3 tipe pesawat, yaitu Hawk MK-53, Hawk-100/200 dan F16. Tim gabungan ini menamakan diri Jupiter Blue Team. 

Baca juga:  TNI Siap Dukung Kepolisian Jaga Keamanan

Krisis ekonomi yang berkepanjangan yang pada akhirnya berdampak pada kesiapan pesawat, kegiatan tim aerobatic ini pun berhenti dan vakum cukup lama. Namun semangat dan jiwa Jupiter Aerobatic Team tidaklah padam, dengan datangnya pesawat KT-1B Wong Bee di jajaran TNI AU yang mempunyai kemampuan full manuver aerobatic, maka cita-cita untuk bisa berkiprah di kancah Nasional dan memberikan kebanggaan bagi TNI AU kembali berkobar. Kemudian lahirlah kembali Jupiter Aerobatic Team yang akan menjadi kebanggaan TNI AU dan seluruh bangsa Indonesia.

Penampilan Perdana JAT 

TIM AEROBATIC TNI ANGKATAN UDARA

Pada penampilan perdana ini, JAT tampil dengan warna merah-putih dan diawaki oleh para instruktur penerbang TNI AU, JAT menampilakan 17 manuver sebagai bentuk kepiawian dalam mengendalikan pesawat menjadi rangkaian manuver yang indah untuk dilihat. Tim dipimpin oleh Leader (Jupiter 1) Letkol Pnb Ramot Sinaga, Komandan Skadik 102 dengan call sign J 470. Posisi Right Wing (Jupiter 2), Mayor Pnb Fery Yunaldi, call sign J 620, Kepala Seksi Operasi Skadik 101. Posisi Left Wing (Jupiter 3), Kapten Pnb Anton Pallaguna, dengan call sign J 672, Komandan Flight Ops C Skadron Udara 11. Posisi Slot (Jupiter 4), Mayor Pnb Onesmus GRA, dengan call sign J 618, Komandan Flight A Skadik 101. Posisi Lead Synchro (Jupiter 5), Mayor Pnb Budi Susilo, call sign Jupiter 651, Komandan Flight Dik B Skadik 102. Posisi Synchro (Jupiter 6), Mayor Pnb James Y Singal, call sign J 551, KaruOps Lanud Adisutjipto. 

Manuver pembuka adalah Jupiter Roll yaitu 6 buah pesawat melintas dan berputar 360˚ longitudinal secara bersamaan, yang kemudian diikuti dengan manuver Arrow Head Loop dimana 6 buah pesawat membentuk formasi anak panah atau Arrow Head yang cukup rapat menanjak indah dan membuat lintasan melingkar dalam bidang vertical. 

Selanjutnya JAT bermanuver melingkar dalam bidang semi vertical ditambah dengan putaran 90˚ pada sumbu longitudinal. Manuver ini membentuk empat helai daun seperti daun semanggi. Dibutuhkan kerjasama dan kedisiplinan dalam mempertahankan posisi sehingga selalu indah dipandang mata. Inilah manuver Clover Leaf. 

Baca juga:  Dansektor Timur UNIFIL kunjungi AOR Batalyon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL

Leader Benefit, adalah manuver berikutnya. Pesawat leader (Jupiter 1) tampil di depan, sedangkan 5 pesawat Wingman berada satu garis ke samping secara sejajar di belakang leader. Ini melambangkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi sosok yang bisa di tiru dan diikuti oleh anak buahnya, dan sebaliknya para anak buah harus bisa mendukung pemimpinnya. Untuk menyusun 5 buah pesawat dalam posisi suatu garis lurus tepat di kanan atau kiri bukanlah persoalan mudah. Dibutuhkan kegigihan dan usaha keras setiap anggota tim.

Kemudian, sebuah manuver yang cukup mengejutkan mata, Split Loop. Dari arah depan terlihat dalam formasinya pesawat menambah kecepatan. Lalu pesawat no 1,2,3 dan 4 tetap dalam satu formasi, sedangkan pesawat no 5 dan 6 akan memisahkan diri ke arah kiri dan kanan.

Dua manuver berurutan yaitu Twin Half Cuban dan Jupiter Wheel sangat memukau. 2 buah pesawat menanjak dan berputar, lalu turun dan melintas di hadapan podium (Twin Half Cuban). Segera dilanjutkan dengan Jupiter Wheel, kedua pesawat bertemu di satu titik dan secara bersamaan akan melingkar kearah yang sama dan membuat sebuah roda Jupiter.

Sementara itu, 4 buah pesawat menyusun formasi dan akan melintas dari belakang podium membentuk formasi tango (membentuk huruf T). Formasi pesawat akan membuat Tango Loop dan pada saat mencapai titik teratas dari loop, formasi pesawat akan berubah menjadi diamond. Inilah manuver Tanggo To Diamond Loop.

Setelah manuver selesai, dilanjutkan dengan manuver Mirror yang ditampilkan oleh Lead Synchro – Jupiter 5 dan Synchro Pair – Jupiter 6. Dua pesawat melintas di depan podium dan salah satu pesawat terbang terbalik. Manuver ini memerlukan skill dan keakuratan yang sangat tinggi.

Aksi berikutnya tidak kalah mendebarkan, satu pesawat (Jupiter 4) ber-manuver melingkar tiga pesawat lainnya seperti sekrup yang berputar. Manuver Screw Roll ini membutuhkan ketrampilan yang tinggi karena pesawat yang ber-manuver melingkar harus menyesuaikan kecepatannya berputar dengan kecepatan maju 3 pesawat lainnya.

Baca juga:  K. 47

Manuver Heart juga ditampilkan dengan indah yang disambung dengan manuver yang juga tidak kalah indahnya, Roll Slide. Empat pesawat menyusun formasi ke sebelah kanan podium kemudian berputar secara berurutan sehingga menciptakan harmoni yang indah dan pesawat akan kembali dalam formasi di sisi kiri. Aksi yang indah, spektakuler dan membangkitkan rasa bangga.

Vertical Roll yang dilanjutkan dengan Solo Spin, sebuah manuver yang merupakan perpaduan antara keterampilan, keberanian, kepercayaan diri dan kedisiplinan yang tinggi. Sebuah pesawat melintas dari belakang podium, lalu terbang secara tegak lurus dan berputar ke arah atas. Pada titik tertinggi, pesawat akan melayang sesaat dengan kecepatan 0 dan akan berputar kebawah. Aksi yang cukup mendebarkan, spektakuler dan tetap indah di pandang mata.

Sementara itu lima buah pesawat sudah kembali bergabung dalam sebuah formasi layang-layang, menampilkan Kite Barrel Roll. Setelah manuver ini, pesawat akan berputar dan memberikan kesempatan kepada Jupiter 6 untuk bergabung lalu membentuk formasi arrow head. Dari arah kiri, pesawat melintas menampilakn manuver Roll Back yang sangat indah. Dalam manuver ini 1 pesawat akan melesat ke atas, dan segera berputar ke arah luar yang selanjutnya akan bergabung ke pesawat nomor 4. Manuver ini dilaksanakan satu persatu secara bergantian antara wing man kiri dan kanan sehingga menghasilkan sebuah harmoni yang indah.

Menyambung atraksi ini, kembali 6 buah pesawat dalam formasi arrow head menampilkan kerjasama untuk membuat lintasan melingkar secara semi vertikal. Manuver Arrow Head Barrel Roll.

Bomb Burst Loop merupakan atraksi pamungkas, sekaligus sebagai salam hormat dan ucapan selamat ulang tahun TNI AU ke-65. Pesawat membuat manuver loop (terbang dalam lintasan melingkar secara vertikal) dan akan di tutup dengan Bomb Brust yaitu pesawat akan berpencar ke enam arah yang berbeda. Bravo JAT !!!

Sumber: arc.web.id

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel