Berita

Tim Kajian Wantimpres RI Kunjungi Lanud Supadio

Dibaca: 14 Oleh 13 Sep 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Watimpres RI) mengunjungi Lanud Supadio, Selasa (12/9). Kedatangan tim Watimpres ini terlait dengan rencana realignment Flight Information Region (FIR) di atas kepulauan Riau dan Natuna yang hingga saat ini masih dioperasionalkan oleh Singapura.

Kedatangan tim yang dipimpin oleh Marsekal Muda TNI A. Dwi Putranto ini disambut langsung oleh Danlanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo, S.IP beserta seluruh pejabat jajarannya di VIP Room Lanud Supadio.

Pada sambutannya Danlanud menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan yang dilakukan oleh tim kajian Watimpres RI. Danlanud juga menyampaikan bahwa, Lanud Supadio sangat mendukung rencana Realignment FIR sekaligus akan menyiapkan berbagai data-data dan informasi yang dibutuhkan oleh tim kajian selama berada di Lanud Supadio.

“Atas nama segenap warga Lanud Supadio kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua tim Watimpres RI beserta seluruh rombongan. Selama di Lanud Supadio kami akan mendukung tim kajian Watimpres dalam menghimpun ataupun mencari data-data yang diperlukan”, demikian disampaikan Danlanud.

Baca juga:  Batalyon Komando 461 Paskhas Aplikasikan Hasil Latihan “Cakra Yudha” Dalam Menghadapi Tantangan Tugas

Sementara itu, Ketua tim kajian Wantimpres RI, menuturkan bahwa kedatangan tim Wantimpres RI di Lanud Supadio bertujuan untuk mencari dan menghimpun data serta informasi terkait realignment FIR di atas kepulauan Riau dan Natuna guna optimalisasi kesiapan pengambilan FIR yang selama ini dioperasionalkan oleh negara Singapura.

Adapun data atau informasi yang akan dihimpun oleh tim kajian ini di antaranya adalah peran, tugas dan tanggung jawab dari masing-masing kementrian yang terkait dengan Realignment FIR, baik sarana prasarana, tugas, fungsi dan tanggung jawab setiap satuan yang berada di bawah kementrian terkait tersebut. Selain itu juga dibutuh kesiapan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan ketersedian informasi yang berhubungan dengan cuaca dalam hal ini adalah Badan Meteorologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG)

“Pencarian dan penghimpunan data ini sudah dimulai sejak Mei, dan akan dilaporkan ke Presiden pada akhir Oktober, dalam bentuk tulisan. Bahan ini akan jadi pertimbangan Presiden untuk menentukan sikap”, kata Marsda TNI  Dwi.

Pengumpulan dan penghimpunan data-data tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan stakeholder, agar persiapan sarana serta prasana pengoperasian FIR bisa segera diwujudkan. Marsda Dwi mengakui, bukan pekerjaan mudah mengambil alih pengoperasian FIR.

Baca juga:  Shalat Idul Adha 1435 H/2014 Di Lapangan Apel Lanud Palembang

“Kita harus siapkan berbagai hal, karena masalah FIR dipantau langsung oleh ICAO, sebagai lembaga internasional yang berwenang mengwasi tata laksana operasional udara”, tuturnya.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel