Berita

Tim Medis Lakespra DR Saryanto Persegar Wawasan Kesehatan Air Crew Lanud Halim HALIM PERDANAKUSUMA

Dibaca: 294 Oleh 18 Nov 2016Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Untuk memelihara kondisi kesehatan segenap air crew yang bertugas dalam operasional penerbangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (17/11) dua dokter dari Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) dr Saryanto, Jakarta memberi ceramah kesehatan penerbangan. Ceramah dilaksanakan di gedung Balai Prajurit Ardhyaloka Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur diikuti sekitar 200 personel sebagai air crew Lanud Halim Perdanakusuma baik perwira, bintara dan tamtama TNI AU dengan dihadiri beberapa komandan skadron serta pejabat di Lanud Halim Perdanakusuma.

Komandan Skadron Udara 45 Letkol Pnb Adi Setyo Nugroho mewakili Komandan Lanud (Danlanud) Halim Perdanakusuma Marsma TNI Fadjar Prasetyo, S.E.,M.P.P., menyampaikan segi-segi kesehatan merupakan faktor yang menentukan bagi air crew dalam pelaksanaan operasional penerbangan. Untuk itu, upaya mempersegar wawasan kesehatan senantiasa dilakukan, agar air crew TNI AU dapat memelihara tubuhnya, sehingga tetap dalam kondisi yang fit dan sehat saat melaksanakan misi penerbangan.

Penceramah pertama Kolonel Kes dr Budi Saptono, Sp. PD., mengetengahkan sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan kumpulan beragam gangguan metabolisme penyebab berbagai penyakit kardiovaskuler yang mematikan. “Seseorang dikatakan sindrom metabolik jika memiliki setidaknya beberapa kondisi yakni bertekanan darah tinggi, obesitas, kadar lemak dalam darah tidak normal, dan juga rendahnya kadar HDL atau kolesterol baik. Berdasarkan data tes kesehatan rutin tahun 2016 di Lakespra dr Saryanto bagi para penerbang TNI AU yaitu ILA (Indoktrinasi dan Latihan Aerofisiologi) dan Medex (Medical Examination) ternyata terdapat hasil tes yang kurang diharapkan. Hal ini antara lain disebabkan oleh sindrom metabolik,” ujar dr Budi. Untuk itu, guna memelihara kondisi tubuh agar tetap fit perlu seleksi makanan yang masuk ke dalam tubuh yaitu mengurangi karbohidrat, manis-manisan dan melaksanakan oleh raga aerobik minimal 150 jam seminggu, atau 3 kali dalam seminggu.

Baca juga:  Bentuk Sinergitas TNI-Polri, Satrudal Teluknaga Tanggerang Adakan Olahraga Bersama dengan Polsek Neglasari

Selanjutnya Letkol Kes dr Roikhan Harowi, Sp., THT-KL., M. Kes., memaparkan Tuli Akibat Bising (Noise Induce Hearing Loss/NIHL). Disebutkan dunia penerbangan merupakan salah satu di antara beberapa bidang yang rawan terganggu pendengaran bagi pelakunya, karena bising oleh mesin dan pesawat yang ada di dalamnya. Disebutkan gejala, factor yang berpengaruh, pemeriksaan fisik, penanganan, dampak dan pencegahan NIHL. “Tuli dapat dicegah, dampak NIHL adalah pada kinerja yang menurun, perlu program pencegahan (peringatan terhadap area kebisingan,control terhadap peralatan, evaluasi periodik audiometri,memakai alat pelindung telinga,edukasi/motivasi,rekam medik dan program evaluasi) dan budaya safety.

Acara diakhiri dengan penutup dari Letkol Pnb Adi Setyo Nugroho berupa ucapan terima kasih kepada Tim Medik Lakespra, serta pertukaran cinderamata antara Lakespra dr Saryanto dengan Lanud Halim Perdanakusuma.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel