Berita

TIM PERINTIS MUSEUM ERETAN STUDI AWAL KE RUMAH SEJARAH KALIJATI

Dibaca: 286 Oleh 11 Nov 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Empat orang warga masyarakat Eretan Wetan, Indramayu sebagai tim perintis pembentukan sebuah museum bersejarah tentang mendaratnya Tentara Jepang pada tanggal 1 Maret 1942, Selasa (9/11) mengadakan studi awal ke Museum Rumah Sejarah Kalijati, di Lanud Suryadarma, Subang. Tim merupakan kepanjangan tangan dari Rumah Makan Pesona Laut, Indramayu sebagai investor dan berada di bawah Yayasan Insan Cinta Bahari (YICB), Indramayu yang akan mewujudkan pembentukan sebuah museum baru tersebut.

 

Menurut Jaeni Rafii, S. Pd., ketua tim terdapat beberapa pendorong untuk pembentukan Museum Eretan tersebut, pertama adanya kepedulian dari generasi tua Eretan bagi generasi mudanya agar mereka senantiasa mengenang peristiwa bersejarah di daerahnya pada tahun 1942, kemudian keinginan dari investor untuk mewujudkan sebuah museum yang selama ini selalu menjadi pertanyaan pengunjung mengenai keberadaan Pantai Eretan apabila singgah di Rumah Makan Pesona Laut. “Pengunjung ingin mengetahui bekas-bekas sejarah pendaratan Pasukan Jepang tahun 1942 di Pantai Eretan Wetan, Indramayu, untuk itu sebagai bentuk kepedulian terhadap arti penting Eretan dalam perkembangan sejarah maka digagaslah pembentukan Museum Eretan”, demikian Jaeni Rafii. Selain itu dalam tim terdapat narasumber sebagai salah seorang ahli waris pelaku sejarah, merupakan saksi sejarah bernama Kastuba (63) yang masih mampu mengingat peristiwa pada saat itu.

Baca juga:  Syukuran Hut Ke-58 PIA Ardhya Garini Di Makassar

 

Selama di Museum Rumah Sejarah Kalijati, tim selain survei terhadap kondisi museum juga mengumpulkan bahan-bahan literatur yang relevan seperti reproduksi terhadap foto-foto dan naskah yang ada di Museum Rumah Sejarah Kalijati. Di samping itu tim juga mengadakan wawancara mengenai peristiwa bersejarah tahun 1942 dan eksistensi Museum Rumah Sejarah Kalijati dengan PNS Andam Fitria sebagai pemandu Museum Rumah Sejarah Kalijati yang pada tahun 1986 turut pula membidani berdirinya Museum Rumah Sejarah Kalijati.

 

Tim berharap tidak beberapa lama lagi akan dapat mewujudkan sebuah museum bahari bernama Museum Eretan yang selain menyimpan beberapa benda koleksi sejaman saat pasukan Jepang mendarat di Pantai Eretan tahun 1942 terjadi juga menunjukkan sisi lainnya terutama kehidupan warga Eretan sebagai nelayan dalam perjuangannya di lautan. “Sehingga nantinya akan ada mata rantai yang tidak terpisahkan antara Museum Eretan, saat Jepang untuk pertama kalinya mendaratkan pasukannya di Pulau Jawa guna memulai penyerangannya kepada Belanda di Pangkalan Udara Kalijati dengan Museum Rumah Sejarah Kalijati sebagai tempat Jepang mengusir Belanda dengan ditandatanganinya penyerahan penjajahan Hindia Belanda di museum tersebut,” pungkas Jaeni Rafii.

Baca juga:  RAPAT KESIAPAN KUNJUNGAN TARUNA AAU DI LANUD RSN

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel