Berita

TNI Angkatan Udara Bentuk Tim Investigasi Terkait Demo Warga di Lanud Soewondo Medan

Dibaca: 19 Oleh 29 Agu 2016Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., dalam keterangan pers nya di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa, (16/8) telah menjelaskan kronologi insiden bentrok warga dengan anggota Lanud Soewondo Medan.

Sebelumnya Pangkoopsau I telah memberikan keterangan pers di Lanud Soewondo medan didepan awak media yang ada di wilayah Medan. Sekembalinya dari Medan, Pangkoopsau I mengadakan jumpa pers lanjutan di Suma 2 Lanud Halim Perdanakusuma yang dihadiri oleh para awak media semua media TV yang berada di Jakarta.

Dalam jumpa pers tersebut, Pangkoopsau I sangat menyesalkan kejadian bentrokan tersebut, tidak hanya warga masyarakat yang jadi korban tetapi juga 2 orang wartawan dan 4 orang anggota TNI AU terluka.

“Selaku Pangkoopsau I dan atas nama TNI AU, saya sampaikan permintaan maaf dan saya akan mengusut secara tuntas masalah ini”, tegas Panglima. Kepada rekan media yang ikut menjadi korban, pihak TNI AU akan memfasilitasi biaya perawatan dan mengganti kamera yang hilang. Untuk itu TNI AU akan membentuk tim investigasi untuk mengusut dan menyelidiki kejadian yang mengakibatkan bentrokan warga dan anggota Lanud Soewondo.

Baca juga:  KOLONEL PNB. SUPARMONO JABAT DANDENMA MABESAU

“Saya selaku Pangkopsau I akan berusaha terbuka dan jujur dalam masalah ini”, tegas Pangkoopsau I kepada awak media. Selanjutnya Pangkoopsau I akan melakukan pengusutan terhadap masalah ini dan tentunya bagi anggota yang melakukan hal-hal diluar prosedur akan diberikan sanksi yang tegas. Kepada prajurit TNI AU sudah saya perintahkan untuk menahan diri dan jangan terpancing provokasi, jawab Panglima.

Hari ini tim investigasi sudah dibentuk dan mulai bekerja untuk mendalami permasalahan yang terjadi. Tim investigasi diketuai oleh Komandan Polisi Militer Koopsau I dengan melibatkan beberapa satuan yang terlibat. Tentunya kalau ada anggota yang terbukti bersalah akan ditindak secara tegas, ujar Pangkoopsau I.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya bahwa pada hari senin pagi tanggal 15 Agustus 2016 terjadi aksi demo oleh warga Sarirejo terkait pembangunan rusunawa untuk prajurit yang berlokasi di Jalan Pipa, Lingkungan IX Kelurahan Sarirejo Kecamatan Medan Polonia. Aksi demo yang semula berlangsung damai, berkembang menjadi tidak terkendali yang diawali dengan blokade jalan Adisutjipto oleh warga dengan memalang pohon dan aksi bakar ban di jalan.

Baca juga:  Ceramah Keagamaan di Kosekhanudnas III

Melihat aksi demo masyarakat Sarirejo yang awalnya berjalan damai, berkembang menjadi aksi yang sudah mulai mengkuatirkan, maka Komandan Lanud Soewondo Kolonel Pnb Arifin Syahrier dan dimediasi juga oleh Bapak Camat Polonia Medan, Lurah Sarirejo, Kapolsek Medan Baru, serta bapak Moses Sihotang perwakilan warga yang mengaku sebagai wakil ketua Forum Masyarakat Sarirejo (FORMAS) mengadakan rapat untuk mencari solusi agar demo berjalan tidak anarkhis, yang bertempat di mes Kosekhanudnas III Medan.

Selanjutnya dilapangan dan disepanjang jalan terlihat aksi warga mulai tidak terkendali, dimana salah satu warga yang bernama Rahmat Suryadi melempari barisan pasukan TNI AU dengan air gelas plastik. Diketahui kemudian Rahmat ini bukan warga Sarirejo tapi warga dari luar dan saat diamankan dalam kondisi mabuk.

Setelah terjadi negosiasi dengan pihak Lanud Soewondo, maka diambil kesepakatan untuk mengembalikan Rahmat Suryadi kepada keluarganya dan warga berjanji akan membubarkan diri. Namun, entah kenapa warga mulai tersulut provokasi dan melakukan pelemparan batu kearah petugas. Bahkan ada indikasi warga akan merusak fasilitas umum dan Lanud dengan membakar ban dibawah gardu listrik yang sangat membahayakan keselamatan umum.

Baca juga:  Marsda TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., Gantikan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja

Melihat kondisi yang demikian, maka pihak Lanud mulai melakukan aksi pencegahan agar tidak terjadi bahaya kebakaran dan meminta warga kembali kerumah masing-masing. Namun, kerumunan masa malah semakin banyak, sehingga situasi semakin memanas, maka terjadilah peristiwa yang tidak kita inginkan bersama. Bentrokan antara warga dan Pasukan Lanud tidak bisa dihindarkan, terjadilah aksi lempar batu. Dalam situasi yang tidak terkendali ini, ikut menjadi korban dua rekan wartawan yang mengalami luka memar yang bernama Array dari Tribun Medan dan Safrin dari MNC TV dan 4 orang anggota Lanud soewondo juga mengalami luka-luka robek dan memar.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel