Pustaka

TNI AU Akan Beli 102 Pesawat

Dibaca: 24 Oleh 06 Des 2012Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Jakarta – TNI Angkatan Udara akan menambah sekitar 102 pesawat, selaras dengan program modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan terkait dengan Rencana Strategis Pembangunan TNI AU Tahun 2010-2014.

“102 pesawat yang terdiri atas F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, Hercules, Helikopter Cougar, Grob, KT-1, Boeing 737-500 maupun radar akan segera memperkuat TNI AU,” kata Kepala Staf AU Marsekal TNI Imam Sufaat pada pembukaan Rapat Kerja Teknis Logistik di Mabes AU Cilangkap, Jakarta, Rabu (5/12).

Lebih lanjut dikatakan, hal itu akan menumbuhkan rasa kebanggaan sekaligus sebagai tantangan dalam upaya menyusun kekuatan TNI Angkatan Udara. Program modernisasi Alutsista TNI AU yang tengah dilaksanakan, tanpa kemauan kuat yang dilandasi dengan profesionalisme dan pembinaan logistik yang tepat, maka The First Class Air Force yang dicita-citakan tidak akan dapat dicapai.

Untuk itu KSAU menekankan kepada seluruh personel jajaran logistik, agar mengedepankan kejujuran dalam melaksanakan tugasnya sehingga tidak menyalahi aturan maupun ketentuan yang telah ditetapkan dan personel logistik serta harus mampu mengoperasikan dan merawat semua alutsista dengan manajemen yang lebih baik serta memperhatikan norma dan aturan yang berlaku dalam penyelenggaraan logistik terutama dalam pengadaan barang dan pemeliharaan.

Baca juga:  Inggris Menambah Armada C-17

Di tempat terpisah, Komandan Pangkalan Udara Iswahjudi Marsekal Pertama Muhammad Syaugi menjelaskan bahwa Lanud Iswajudi memiliki tiga Skadron, yaitu Skadron Udara 3 (F-16 a/b) dengan 15 penerbang, Skadron Udara 14 (F-5 e/f) dengan 14 Penerbang, Skadron Udara 15 (Hawk MK-53) dengan 10 Penerbang. Pesawat F-16 diproduksi 1989, lalu Pesawat F-5 1980 dan Hawk MK-53 pada 1977.

“Kita sangat tergantung pada negara luar. Jadi saya berharap supaya kita tidak dijajah, untuk membuat sendiri Alutsista untuk menjaga kedaulatan negara. Selain itu, kita belum mampu menutup wilayah udara semuanya. Contoh, untuk menutup itu perlu ada 32 radar, sekarang kita baru punya 22 radar. Selain radar yang berfungsi sebagai mata, harus juga didukung pesawat sebagai satuan pemukul dan postur skuadron tempur yang kita miliki saat ini belum cukup,” ungkapnya di Lanud Iswajudi, Madiun. (007-MI)

Sumber: http://theglobejournal.com/

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel