Berita

TNI AU Akan Tempatkan Drone di Perbatasan

Dibaca: 37 Oleh 10 Mar 2017Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

TNI AU juga akan menempatkan  drone di daerah perbatasan terutama di Natuna dan Tarakan, dan akan mengadakan pengadaan drone yang lebih besar setingkat predator, sehingga mampu terbang dengan radius yang lebih luas yang akan conect dengan program Kementrian Pertahanan yang saat ini sedang membangun satelit yang nanti akan dapat digunakan oleh pesawat dron yang akan dikembangkan, sehingga daerah-daerah yang perlu perhatian dapat di awasi.

Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP,. dihapan para perwira dalam kunjungannya di Lanud Iswahjudi Madiun, Jumat (3/3). Yang diikuti para Asisten Kasau, Dan Korpaskhas, Pangkoopsau II dan pada Kelala Dinas jajaran Mabesau, selain itu Kasau juga mengunjungi Lanud Adi Soemarmo Solo dan Lanud Abdurachman Saleh Malang.

Dikatakan, Pemerintah memberikan program yaitu Renstra I, Renstra II dan Renstra III, dan itu berdasarkan minimum essensial force, TNI AU bekerja mengarah kepada kepentingan-kepantingan Skadron-skadron Udara, sehingga prioritas kebijakan kepada pengadaan perlengkapan-perlengkapan seperti pada tahun 2017 pengadaan Radar untuk pesawat T-50 termasuk persenjataannya,

Baca juga:  Lanud Tanjungpandan laksanakan tes smapta

Yang tidak kalah pentingnya adalah pengadaan pengganti pesawat F-5 yang dalam waktu dekat akan terealisasi dua atau tiga tahun mendatang, namun waktu yang begitu panjang perlu diperhatikan karena penerbang harus mengikuti jenjang karier, sehingga para penerbang harus mengikuti dan melaksanakan latihan di Skadron Udara 16 dan juga di Skadron Udara 11. Termasuk kebutuhan sebanyak 12 Radar di seluruh Indonesia berdasarkan kepada minimum essensial force bukan ideal dan tahun 2019 ini akan berdatangan dan melengkapi kebutuhan TNI AU, ujar Kasau.

Kasau juga mengadakan trobosan, yaitu dalam setiap kontrak pengadaan pesawat harus ada dua yang dimasukkan, yaitu pelatihan pilot harus sampai pada tingkat pertempuran dan memasukan semua kataloging spare dalam kontrak.

“Kita tidak boleh terjebak dengan tradisi yang ketat, kita harus membangun inovasi, tradisi tanpa inovasi akan ketinggalan, oleh sebab itu mari kita terus berinovasi dari kekurangan kita”, tegas Kasau.

Program kedepan segera melengkapi pesawat MRT (Multi Rolle Tangker) Airbus 330, sehingga bisa mendukung penerbangan untuk air refueling, selain itu akan membangun network center warfire, sehingga dapat memberikan data link kepada pesawat-pesawat tempur, dan yang tidak kalah pentingnya dapat juga  memberikan data link kepada kapal-kapal perang, bahkan dalam suatu pertempuran Tank Leopard pun dapat diberikan data.

Baca juga:  MAHASISWA UPNVJ KUNJUNGI MAKO KOSEKHANUDNAS I

Selain itu harus segera memperkuat pesawat-pesawat survaillance, sehingga Skadron Udara 5 untuk segera memasang peralatan yang mampu untuk melihat wilayah ZEE, apakah kapal-kapal yang mencuri ikan atau kapal perang lainnya sudah masuk ke wilayah kita. TNI AU juga akan membangun kebutuhan-kebutuhan seperti testcell engine T-50 yang SDMnya dapat menganbil dari yang menangani pesawat F-5, pengadaan radar pesawat T-50 dan persenjataannya sesuai dengan spek yang diminta.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel