TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

TNI AU di Biak, Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke- 110 Tahun 2018

DSC_0506

TNI AU. Pangkosekhanudnas IV Marsma TNI Jorry S. Koloay, S.IP., M Han bertindak selaku Inspektur Upacara memimpin jalannya upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 110, Bertempat di Lapangan Upacara Kosekhanudnas IV, Selasa (22/5).

Upacara peringatan tersebut dihadiri oleh Kas Koopsau III Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc, Komandan Lanud Manuhua Kolonel Pnb Fajar Adriyanto, M.SI Han, para pejabat Koopsau III, Kosekhanbudnas IV, Komandan Satrad 242, Komandan Yonko 468 serta diikuti peserta upacara dari personel Koopsau III, Kosekhanudnas IV, Lanud Manuhua, Yonko 468 dan satrad 242.

Pangkosekhanudnas IV pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, mengatakan bahwa Seratus sepuluh tahun kemudian bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

“Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan, “paparnya. Lebih lanjut disampaikan, jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh dari 260-an juta lebih penduduk negeri ini. Bercermin dari keberhasilan Boedi Oetomo menggalang ide nasionalisme mulai dengan segelintir orang seabad lalu, maka apa jadinya jika seluruh sumber daya manusia unggul kita saat ini berhimpun dalam ide nasionalisme yang sama, dalam cita-cita untuk kejayaan bangsa yang sama?

Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat? Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini, “tandasnya. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut.  Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain.

Mengakhiri pembacaan sambutanya Pangkosekhanudnas IV mengatakan, sekarang ini keadaan menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.

Upacara Peringatan ini ditandai dengan Pengibaran Bendera Merah Putih, Pembacaan Teks Pancasila, Pembacaan Pembukaan UUD 1945, Pengucapan Sapta Marga dan Pembacaan Panca prasetya Korpri dan menyanyikan lagu lagu perjuangan.

Leave a Reply

Verifikasi CAPTCHA *

TNI AU di Biak, Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke- 110 Tahun 2018