Berita

TNI AU Lahirkan 30 Penerbang Muda, Siap Jaga Kedaulatan Negara Di Angkasa

Dibaca: 19 Oleh 20 Mei 2015Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Agus Supriyatna, Rabu (20/5)  bertempat di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, melantik 30 orang penerbang muda TNI AU dalam suatu Upacara Militer yang dikenal dengan Wingday Penerbang.   Ke-30 penerbang muda tersebut merupakan lulusan dari AAU angkatan 2009, rencananya ke-30 penerbang muda ini akan terbagi menjadi penerbang Tempur 12 orang, penerbang Angkut 10 orang, dan penerbang Helikopter 8 orang yang akan dibagi keseluruh Skadron TNI AU di Indonesia.

Dalam sambutannya Kasau menyatakan bahwa sebagai air crew harus memiliki sikap Airmanship, yang tercermin dalam tingkah laku perbuatan kita, baik saat melaksanakan tugas di udara maupun saat on the ground. Airmanship identik dengan sikap profesionalisme dan  terus melatih diri untuk membangun kebiasaan baik, sehingga terbentuk karakter yang dapat mendukung kemampuan dalam  melaksanakan tugas.  “Kalian harus menyadari bahwa di samping tugas yang harus paripurna (mission accomplished), juga harus mampu menjamin keberlangsungan alutsista pesawat terbang yang dipercayakan kepada kalian. Terkait dengan hal itu, faktor perencanaan tugas yang baik, sebagai awal keselamatan terbang dan kerja harus menjadi prioritas utama karena akan menjadi kunci bagi keberhasilan dan keselamatan para perwira penerbang dalam mengemban tugas pengabdiannya”.

Baca juga:  LANUD HALIM GELAR UPACARA BENDERA AKHIR TAHUN

Kasau Marsekal Agus Supriyatna selaku AU 1 secara resmi telah mengukuhkan 30 penerbang melalui prosesi upacara militer Wingday.  Selain Kasau, hadir pula Asrena Kasau Marsda TNI M. Safi’i, Komandan Kodikau Marsda TNI Ras Rendra Bowo.S, SE,  perwakilan Pejabat dari Korem 072/ Pamungkas, Perwakilan Pejabat dari Kapolda DIY , Perwakilan pejabat dari Danlanal Yogyakarta,  Muspida Propinsi, dan orangtua wisudawan. Letkol Pnb Sri Raharjo dipercaya menjadi Komandan Upacara (Danup).

Kasau Marsekal TNI Agus Supriyatna saat ditanya Wartawan menyampaikan bahwa TNI AU sekarang ini telah memiliki jumlah Penerbang militer yang cukup.   Dan tahun depan direncanakan  meluluskan 44 penerbang lagi dari siswa Sekbang Angkatan ke-89 atau Sekbang Terpadu.

Di penghujung upacara Wingday Penerbang A-87, angkasa Lanud Adisutjipto  dihiasi fly pass pesawat  T-34 Chalie,  G-120TP Grob, KT-01 Wong Bee yang terbang melintas di atas Lapangan Jupiter. Yang menandakan selamat datang para penerbang muda dan sekaligus menginformasikan kepada para orang tua pesawat-pesawat inilah yang digunakan oleh penerbang muda kita hingga dilantik sekarang ini. 

Sekbang angkatan ke-87 dibuka oleh Komandan Kodikau tanggal 31 Oktober 2013, berdasarkan Kep Dankodik No 525/X/2013.  Pendidikan Sekolah Penerbang Militer ini berlangsung sekitar 17 bulan.  Sebelum melaksanakan pendidikan Terbang yang sesungguhnya mereka dibekali banyak teori dengan melaksanakan pendidikan di kelas atau Bina kelas murni atau yang dikenal dengan Ground School selama 2,5 bulan di Skadik 104.  Di Skadik 104 ini selain dibekali teori mereka juga dilatih survival di Lapangan dan medan yang sebenarnya di Gunung dan Waduk-waduk..  Selanjutnya mereka mendapatkan pendidikan Terbang pertama atauTerbang latih Dasar di Skadik 101 dengan pesawat Bravo dan Grob selama 3,5 bulan. Setelah memiliki kemampuan terbang Dasar selanjutnya melaksanakan pendidikan terbang latih Lanjut dengan pesawat T-34-Charle di Skadik 102 selam kurang lebih 8 Bulan. Selain itu Calon penerbang militer ini juga dibekali dengan Kursus CPL 2 minggu dan Communication Skill dan kepribadian selama 2 minggu.

Baca juga:  SOSIALISASI BPJS DI LANUD ATS

Berhasil menjadi yang terbaik pada Sekbang angkatan ke 87 ini adalah Letda Pnb Asido Ezra Siagiaan, S.S.T (Han) dan berhak menyandang tropi siswa terbaik. Ezra demikian panggilannya merupakan putra dari Bpak Edizon Siagian (Cargo bandara) di Denpasar dan ibu Laspita Cristina Hutagalung. Ezra lahir sebagai anak bungsu namun tidak seperti kebanyakaan anak bungsu lainnya. Dia selain patuh orang tua dia sangat mandiri dan selalu serius demikian ungkapnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel