Berita

TNI AU PASANG MATA DAN TELINGA DI TIMIKA

Dibaca: 17 Oleh 06 Mar 2012Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Untuk mengantisipasi penerbangan gelap (Black Flight) yang memasuki wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), TNI Angkatan Udara telah memasang mata dan telinga berupa Satuan Radar (Satrad) 243 di Kabupataen Mimika Papua.

Satrad 243 yang digelar TNI Angkatan Udara di Kampung Kadun Jaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika diresmikan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., sekaligus melantik Letkol Lek. Sudirman sebagai Komandan, Senin (5/3).

Dikatakan KSAU, penggelaran Satuan Radar 243 Timika merupakan rangkaian dari sistem pertahanan udara nasional yang dilaksanakan secara terencana, bertahap, berkelanjutan dan saling terkait dengan sistem pertahanan udara di seluruh wilayah NKRI.

Hal tersebut dimaksudkan untuk tercapainya penguasaan dan pengendalian ruang udara Nasional melalui operasi pertahanan udara berupa deteksi, identifikasi, penindakan dan menetralisir ancaman.

Dilihat dari kondisi kemampuan, kekuatan dan gelar radar TNI Angkatan Udara dihadapkan pada luasnya wilayah udara nasional Indonesia, belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

“Hal ini disebabkan karena terbatasnya jumlah radar yang dimiliki untuk meng-cover seluruh wilayah udara nasional sehingga menyebabkan pelaksanaan tugas pengamatan dan pemantauan seluruh obyek yang bermanuver di wilayah udara Indonesia, belum dapat dilaksanakan secara maksimal”, jelas KSAU.

Baca juga:  Antisipasi Kelangkaan Pangan, Danlanud Iswahjudi Instruksikan Pemanfaatan Lahan Kosong

Radar yang digelar harus mampu menuntun dan mengendalikan pesawat tempur sergap menuju sasaran atau membantu meningkatkan kewaspadaan pesawat striker, sweeper, escord, suppression of enemy air defenses (SEAD), pesawat transport maupun helikopter pada saat melakukan operasi udara.

Satuan Radar memiliki fungsi yang sangat vital bagi organisasi perang dalam menjaga kedaulatan negara. Radar adalah mata dan telinga yang tidak boleh tidur, dan sangat berbahaya apabila tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel