Pustaka

TNI AU Siap Datangkan Delapan Pesawat Sukhoi dan Tucano

Dibaca: 30 Oleh 30 Jan 2012Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Perkuat Tujuh Skuadron Tempur

TNI AU Siap Datangkan Delapan Pesawat Sukhoi dan Tucano
Ivan Aditya | Kamis, 26 Januari 2012 | 12:11 WIB 

SLEMAN (KRjogja.com) – TNI AU kembali akan mendatangkan empat pesawat tempur jenis Sukhoi dan empat pesawat tempur jenis Tucano untuk memperkuat tujuh skuadron tempurnya. Pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) ini akan dilakukan secara bertahap dan telah dilakukan sejal tahun 2010 hingga 2014 mendatang.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP mengungkapkan, dengan pengadaan alutsista tersebut, nantinya pada tahun 2024 TNI AU akan memiliki 180 pesawat tempur. Untuk pengadaan jangka berikutnya, TNI AU juga berencana akan mendatangkan pesawat tempur jenis Sukhoi sebayak 6 unit, Super Tucano dari Brazil sebanyak 16 unit, MK 53 dari Korea pengganti C-50 sebanyak 16 unit, Fighting Falcon sebanyak 8 unit serta pesawat F-16 sebanyak 30 unit.

“Selain itu TNI AU akan menambah pesawat transport C 259, Hercules dan helikopter C 725 sebanyak 80 pesawat. Kami juaga telah bekerjasama dengan Korea Selatan hingga 2024 dan akan memiliki tambahan 50 unit pesawat yang memiliki kecanggihan diatas F-16,” tegasnya usai membuka Rapat Pimpinan TNI AU dan Apel Dansat 2012 di Gedung Serba Guna Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis (26/1).

Baca juga:  K. 28

Imam Sufaat menjelaskan, rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalan Rencana dan Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU tahun 2010 – 2014. Dari rencana kesiapan alutsista tersebut dalam tahun anggran 2012, rencana kebutuhan jam terbang sebanyak 60.061 jam yang digunakan untuk mendukung kesiagaan penanggulangan bencana, memenuhi kebutuhan latihan awak pesawat, operasi, pendidikan dan kegiatan lainnya.

Menurutnya banyak pesawat yang saat ini dimiliki TNI AU sudah uzur ada perlu dilakukan peremajaan karena usianya rata-rata mencapai 30 tahun “Satu skuadron perlu segara diganti, kalau tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi. Selain itu, ada beberapa suku cadangan pesawat sudah tidak dibuat lagi karena pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi,” katanya.

Meski beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, pihaknya telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah NKRI dari ancaman luar. Hal ini juga didukung dengan penambahan alutsista yang berdasarkan perhitungan dari jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur dan kebutuhan pesawat tempur. “Kita sudah mempunyai anggran rutin dan alutsista melalui pinjaman pemerintah cukup besar dan pengadan di Departemen Pertahanan (Dephan) RI maka kita bisa membeli beli senjata dan pesawat. Untuk senjata bom, roket dan peuru kita sudah siap ribuan,” pungkasnya.

Baca juga:  Asean Open Sky Ancam Kedaulatan Udara Indonesia

Sumber: http://krjogja.com/read/116262/tni-au-siap-datangkan-delapan-pesawat-sukhoi-dan-Tucano.kr

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel