TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

TNI AU TETAP PERTAHANKAN ASSET TANAH NEGARA YANG DIPERCAYAKAN

By 22 Jun 2012 14:21Berita
Mustangsatriamandala

“Asset tanah Negara bukanlah seloyang roti yang bisa dibagi dan dinikmati” mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menyebut 720 hektar asset tanah milik Negara yang dipercayakan kepada TNI Angkatan Udara, khususnya yang berada di wilayah bourders Lanud Palembang. Dan menyikapi masalah asset tanah Negara tersebut, Jum’at (22/6) Komandan Lanud Palembang, Letkol PNB Adam Suharto, memiliki komitmen dan dengan tegas menyampaikan bahwa tidak akan berhenti dan menyerah begitu saja dalam berjuang untuk mempertahankannya.

Tindakan tegas yang belakangan ditempuh bukanlah sikap arogansi aparat TNI AU melainkan karena upaya secara damai yang dilaksanakan tidak pernah mendapat tanggapan positif bahkan justru sebaliknya mereka dengan terang-terangan menentang dan melakukan penggalangan berbagai elemen masyarakat dan LSM.

Untuk menindaklanjuti perlawanan masyarakat berkaitan dengan permasalahan asset tanah wilayah bourders Lanud Palembang yang timbul kepermukaan dan semakin menajam tersebut, berbagai tahapan dalam upaya penyelesaian permasalahan selalu ditempuh termasuk persiapan-persiapan yang bersifat antisipasi dengan melaksanakan latihan Penindakan Huru Hara Pasukan PHH Lanud Palembang bersama dengan personel Batalyon 462 Paskhasu Lanud Roesmin Nurjadin yang diperbantukan di Lanud Palembang.   Hal ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan misi tugas operasi di lapangan, sehingga diharapkan dengan persiapan secara matang serta tindakan tegas tapi tidak arogan sesuai prosedur akan tercapai keberhasilan misi dengan lancar dan maksimal.

Seperti telah dilaksanakan selama dua hari beturut-turut belakangan, selain melaksanakan patroli bersama, dengan kawalan ketat dari personel Batalyon 462 Paskhasau, Lanud Palembang telah melaksanakan eksekusi mencabut tanaman kelapa sawit yang ditanam warga diatas tanah TNI AU seluas kurang lebih 4 hektar yang sebelumnya telah diupayakan langkah-langkah persuasif sesuai dengan prosedur. Di satu sisi tugas lain dan terpadu, meskipun dalam situasi yang kurang kondusif, pengerjaan pembuatan sirkuit Motocross dan Offroad juga tetap terus berjalan dibawah kawalan Pasukan Batalyon 462 Paskhasau bersenjata lengkap dan Satpomau Lanud Palembang.

Memang, sungguh sangat memprihatinkan setelah hampir setengah abad bangsa ini merdeka, masih ada juga sekelompok masyarakat kecil yang berpikiran dangkal dan picik dengan melakukan upaya-upaya pengingkaran dan pengkhianatan terhadap cita-cita luhur dan mulia masyarakat Bangsa demi untuk kepentingan kelompoknya maupun kepentingan pribadi. Seperti pepatah mengatakan, “Dalamnya laut bisa diduga dalamnya hati siapa tau” dan kata-kata indah “Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya”. Sejenak marilah kita menilik kebelakang tentang bagaimana perjuangan para pahlawan dalam upaya mewujudkan impiannya menyatukan wilayah Nusantara menjadi bangsa yang besar dan bermartabat sebagai pencerahan terhadap jiwa nasionalisme kita. Tiga tahap perjalanan yang mesti dilalui, dua tahap sudah dilewati, yaitu pertama ; Merebut, kedua Mempertahankan dan ketiga adalah Mengisi kemerdekaan. Dan saat sekarang, dengan harga mati tetap mempertahankan kemerdekaan, sebagai generasi penerus kita berada pada tahap ketiga, yaitu mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita bangsa menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Kotama Koopsau 1 Berita Utama PIA Ardhya Garini Kodiklatau
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI AU TETAP PERTAHANKAN ASSET TANAH NEGARA YANG DIPERCAYAKAN