Berita

TNI Belitung Kompak Peringati Hari Ibu Bersama

WhatsApp_Image_2018-12-22_at_09.49.42
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU.   Prajurit TNI yang bertugas di Pulau Belitung kompak memperingati Hari Ibu Bersama. Anggota Lanud H. AS Hanandjoeddin, Kodim 0414/Belitung, Pos AL Tanjungpandan melaksanakan upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 bersama, Sabtu (22/12) pagi. Upacara, dipimpin langsung Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Akal Juang, di Mako Lanud H. AS Hanandjoeddin.

Upacara tersebut, juga diikuti Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Indra Padang, DanposAL Tanjungpandan Lettu Dimun, Ketua PIA Ardhya Garini Cab 11/ D I Lanud H. AS Hanandjoeddin Ny. Santi Akal Juang, Ketua Persit KCK Cabang XLI Kodim 0414/Belitung Ny. Indra Padang. Serta, Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, PIA Ardhya Garini, Persit KCK Kodim 0414/Belitung dan Lanud H. AS Hanandjoeddin.

Danlanud H. AS Hanandjoeddin mengatakan, Hari ibu indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya.

“Hakekat PHI setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia. Terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu ini, sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan. Serta, gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” kata Letkol Pnb Akal Juang saat membacakan sambutan Menteri Yohana Yembise.

Ujar Danlanud ASH, untuk itu, sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional dan Bukan Hari Libur. PHI diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

“Phi juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Di lain sişi, memberikan keyakinan yang besar. Bahwa perempuan, apabila, diberi peluang dan kesempatan, mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Serta, mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Terbukti, perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan,” sebut Letkol Pnb Akal Juang.

Lulusan AAU 1998 itu menambahkan, Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggung jawab yang seimbang.

“Mudah-mudahan PHI tahun 2018 ini, dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan,” tutup Letkol Pnb Akal Juang.