Berita

TNI dan Polri di Sulut Nyatakan Ops Ketupat Samrat 2019 Berjalan Baik dan Kondusif

MG 6954
#TNIAU 

TNI AU.  TNI dan Polri di Sulawesi Utara sepakat menyatakan penyelenggaraan Operasi Ketupat Samrat 2019 secara umum berjalan dengan baik. Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulut melalui Wakapolda Sulut Brigjen Pol Karyoto, SIK didampingi Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri, saat memimpin apel bersama konsolidasi berakhirnya Operasi Ketupat Samrat 2019, pengamanan Idul Fitri 1440 H, di halaman Mapolda Sulut, Kamis (13/6/2019).

“Saya selaku Kapolda Sulut, mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada personel jajaran Polda Sulut, rekan-rekan unsur TNI dan Pemerintah Daerah serta seluruh intansi terkait yang turut membantu penyelenggaran Operasi Ketupat Samrat 2019 yang secara umum berjalan dengan baik,” ucap Wakapolda membacakan amanat Kapolda Sulut. Apel konsolidasi ini hakekatnya menurut Wakapolda, untuk pengecekan kembali personil dan kelengkapan sarana dan prasarana yang digunakan pada Operasi Ketupat Samrat 2019. “Secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut cukup kondusif, selama Operasi Ketupat Samrat 2019,” katanya.

Wakapolda menjelaskan, selama Operasi terjadi 181 kasus terdiri dari 96 kasus kejahatan dan 85 kasus pelanggaran. Dari 181 kasus tersebut terdapat beberapa jenis kejahatan yang menonjol yang meresahkan yaitu 2 kasus curat, 5 kasus curas, 6 kasus anirat dan 26 kasus laka lantas. “Dengan hasil yang ada saat ini agar jajaran Polda Sulut lebih meningkatkan langkah-langkah antisipasi yang lebih menyentuh pada obyek titik rawan kejahatan tindak pidana, ”tuturnya.Apel tersebut juga dirangkai dengan pengecekan kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilu (PHPU) yang dilaksanakan dari tanggal 11 Juni – 28 Juni 2019.

Polda Sulut sendiri sudah memberangkatkan 436 personel yang bertugas di bawah kendali operasi Polda Metro Jaya. Kedepan Wakapolda berharap kepada seluruh personil agar pertahankan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi setiap potensi gangguan sepanjang penyelenggaraan pengaman sidang perselisihan hasil pemilu (PHPU).“Terus jaga dan pelihara soliditas dan sinergisitas seluruh komponen penyelenggara pengamanan. Hindari pelanggaran dan perilaku yang dapat mencederai keberhasilan pelaksanaan tugas, serta laksanakan setiap penugasan dengan penuh semangat, kebanggaan dan tanggung jawab, demi keberhasilan pelaksanaan pengamanan,” pungkasnya.

Apel tersebut diikuti oleh personil TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, Pol PP dan Tim Medis dari Dinas Kesehatan. Hadir juga pejabat Forkopimda dan perwakilan diantaranya Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel Pnb Johnny Sumaryana, S.E, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulut Drs. Edison Humiang, M.Si, Pejabat TNI dan Polri, stakeholders terkait serta perwakilan KPU dan Bawaslu.

MG 6921

MG 6954

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel