Pustaka

TNI Siap Dukung Kepolisian Jaga Keamanan

Dibaca: 0 Oleh 08 Mar 2012Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

SOREANG, (PRLM).- Tentara Nasional Indonesia siap mendukung Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kondusifitas keamanan menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak yang diwacanakan dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (6/3).

Jika terjadi penyampaian aspirasi dalam bentuk anarkistis, TNI siap bahu membahu dengan Polri dalam menempuh prosedur pengamanan.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menegaskan, pihaknya tetap berharap bahwa wacana kenaikan harga BBM tidak lantas dijadikan alasan oleh siapapun untuk melakukan perbuatan melawan hukum.

“Masalah kenaikan harga BBM harus dipisahkan dari isu lain, jadi tidak seharusnya menjadi pemicu tindakan makar atau apapun. Kenaikan BBM itu kepentingan Negara dalam menyelamatkan APBN,” ujarnya seusai dinobatkan sebagai warga kehormatan Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara bersama Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal (Pol)Timur Pradopo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo dan Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Soeparno di Markas Komando Korpaskhas TNI AU Lanud Sulaeman, Kabupaten Bandung, Rabu (7/3).

Kendati demikian, kata Agus, masalah keamanan sipil terkait wacana kenaikan harga BBM sepenuhnya merupakan wewenang Polri. Untuk itu, pihaknya hanya akan menunggu permintaan. Jika dibutuhkan, TNI siap mendukung Polri dalam menjaga keamanan.

Baca juga:  K. 21

Kapolri Jenderal (Pol)Timur Pradopo mengatakan, sejauh ini kondisi keamanan masih kondusif. Belum ada indikasi negatif terhadap wacana kenaikan harga BBM yang diumumkan DPR RI.”Namun, kami masih terus mengikuti dinamika yang terjadi,” ucapnya.

Timur menegaskan, siapapun berhak dan wajar untuk menyampaikan aspirasi terkait wacana kenaikan harga BBM. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dalam koridor yang tetap memperhatikan kaidah hukum yang berlaku.

Jika ada tindakan melawan hukum, Polri jelas akan tetap bertindak tegas.

Sementara itu Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho mengatakan, sebagai antisipasi keamanan terkait wacana kenaikan harga BBM di Kabupaten Bandung, pihaknya sudah melakukan operasi untuk mencegah adanya penimbunan.

“Kami sudah melakukan operasi sejak 1 Maret 2012 lalu dan akan terus dilakukan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Sandi, pihaknya belum menemukan adanya penimbunan BBM di seluruh wilayah hukum Polres Bandung. Namun, sesuai instruksi Kapolri, Polres Bandung akan bertindak tegas jika menemukan pelaku yang menimbun bbm menjelang kenaikan harga nantinya.

Sandi menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemkab Bandung dan unsur Muspida lain dalam menyikapi wacana kenaikan harga BBM tersebut. Polres Bandung secara personal juga sudah membicarakan hal ini dengan para pemilik stasiun pengisian bahanbakar umum (SPBU) se-Kabupaten Bandung.

Baca juga:  Kisah Bung Karno Jual Mobil Demi Bangun Patung Pancoran

Langkah tersebut akan dilanjutkan dengan pemanggilan resmi para pemilik SPBU dalam pembicaraan bersama untuk pengamanan menjelang kenaikan harga BBM.

Di sisi lain, Sandi mengimbau masyarakat untuk tidak panik jika kenaikan tersebut nantinya direalisasikan. “Kami harap masyarakat bisa menyikapi hal ini dengan bijak. Kenaikan harga BBM merupakan kebijakan pemerintah yang diambil berdasarkan pertimbangan terbaik, karena kenaikan harga bbm sudah tidak dapat dihindari lagi,” ucapnya. (A-178/A-26).***  www.pikiran-rakyat.com

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel